AS Isyaratkan Ruang Negosiasi terkait Rencana Akhiri Perang Ukraina

Minggu, 23 Nov 2025, 14:20 WIB

JENEWA - Washington mengisyaratkan adanya ruang untuk negosiasi mengenai rencana AS untuk mengakhiri perang Ukraina yang telah menuai penolakan dari Kyiv, sekutunya, dan anggota parlemen AS menjelang perundingan hari Minggu mengenai proposal tersebut di Swiss.

Trump memberi waktu hingga 27 November kepada Ukraina untuk menyetujui rencana mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir empat tahun, tetapi Kyiv mengupayakan perubahan pada rancangan terkaita tuntutan garis keras Russia.

Ket. Foto: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat bertemu dengan para pemimpin Polandia, Republik Ceko, dan Slovenia di Kyiv pada 2022. — Sumber: AFP/Ukraine Presidency

Washington pada hari Sabtu menegaskan bahwa usulan tersebut merupakan kebijakan resmi AS, dan membantah klaim sekelompok senator AS bahwa Menteri Luar Negeri Marco Rubio memberi tahu mereka bahwa dokumen tersebut adalah "daftar keinginan" Russia.

Rencana 28 poin tersebut mengharuskan negara yang diserbu untuk menyerahkan wilayah, mengurangi jumlah tentaranya, dan berjanji untuk tidak pernah bergabung dengan NATO. Trump mengatakan kepada para wartawan pada hari Sabtu bahwa itu bukanlah tawaran terakhirnya dan ia berharap untuk menghentikan pertempuran "dengan cara apa pun".

Utusan khusus Trump untuk Ukraina, Keith Kellogg, saat berbicara di Fox News, menyebut rencana itu "pekerjaan yang masih dalam proses".

Sekutu-sekutu Ukraina di Eropa, yang tidak diikutsertakan dalam penyusunan proposal tersebut, mengatakan rencana tersebut membutuhkan "pekerjaan tambahan" karena mereka berupaya keras di KTT G20 di Afrika Selatan untuk mengajukan tawaran balasan guna memperkuat posisi Kyiv.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada AFP bahwa Rubio dan utusan diplomatik Steve Witkoff akan mendarat di Jenewa pada hari Minggu untuk perundingan dan Menteri Angkatan Darat AS Daniel Driscoll telah tiba setelah bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kyiv.

"Proposal perdamaian itu digagas oleh AS," tulis Rubio di media sosial Sabtu malam.

"Ini ditawarkan sebagai kerangka kerja yang kuat untuk negosiasi yang sedang berlangsung. Kerangka kerja ini didasarkan pada masukan dari pihak Russia. Namun, kerangka kerja ini juga didasarkan pada masukan sebelumnya dan yang sedang berlangsung dari Ukraina."

'Perwakilan' Rusia Diharapkan

Zelensky telah mengeluarkan dekrit yang menunjuk delegasi Ukraina untuk perundingan tersebut, yang dipimpin oleh ajudan utamanya Andriy Yermak.

Dikatakan juga bahwa negosiasi tersebut akan melibatkan "perwakilan Federasi Russia", tetapi belum ada konfirmasi langsung dari Moskow apakah mereka akan bergabung dalam perundingan tersebut.

Zelensky mengatakan "konsultasi akan dilakukan dengan mitra mengenai langkah-langkah yang diperlukan untuk mengakhiri perang".

"Perwakilan kami tahu cara membela kepentingan nasional Ukraina dan apa yang diperlukan untuk mencegah Russia melancarkan invasi ketiga," ujarnya setelah mencaplok Krimea pada tahun 2014 dan melancarkan serangan skala penuh pada tahun 2022.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan para pejabat senior akan bertemu di Jenewa "untuk melanjutkan masalah ini". Ia menekankan pentingnya "jaminan keamanan" yang kuat bagi Ukraina dalam penyelesaian apa pun.

"Fokus utama saat ini adalah pada Jenewa besok dan apakah kita dapat membuat kemajuan," ujarnya kepada wartawan di sela-sela KTT G20 di Afrika Selatan.

Starmer mengatakan penasihat keamanan nasionalnya, Jonathan Powell, akan berada di Jenewa. Sumber-sumber diplomatik Italia mengatakan Roma mengirimkan penasihat keamanan nasional Fabrizio Saggio.

Pejabat keamanan dari Uni Eropa, Prancis, dan Jerman juga akan hadir, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pada konferensi pers di G20

Perlu Lebih Banyak 'Pekerjaan'

Para pemimpin Barat di pertemuan puncak G20 mengatakan bahwa rencana AS merupakan "dasar yang memerlukan kerja tambahan".

"Kami tegas dalam prinsip bahwa perbatasan tidak boleh diubah dengan paksa. Kami juga prihatin dengan usulan pembatasan angkatan bersenjata Ukraina, yang akan membuat Ukraina rentan terhadap serangan di masa mendatang," ujar para pemimpin negara-negara kunci Eropa, Kanada, dan Jepang dalam sebuah pernyataan bersama.

Macron mengatakan rencana itu berisi poin-poin yang harus dibahas lebih luas karena menyangkut sekutu Eropa, seperti hubungan NATO Ukraina dan aset Russia yang dibekukan di UE.

"Kita semua menginginkan perdamaian dan kita sepakat. Kita ingin perdamaian yang kuat dan langgeng," ujarnya. Penyelesaian harus "memperhatikan keamanan seluruh warga Eropa".

Zelensky mengatakan dalam pidatonya kepada rakyat pada hari Jumat bahwa Ukraina menghadapi salah satu momen paling menantang dalam Sejarah. ia akan mengusulkan "alternatif" untuk rencana Trump.

"Tekanan terhadap Ukraina adalah salah satu yang terberat. Ukraina mungkin menghadapi pilihan yang sangat sulit: kehilangan martabat atau risiko kehilangan mitra utama," kata Zelensky, merujuk pada kemungkinan putusnya hubungan dengan Washington.

Presiden Russia Vladimir Putin mengatakan cetak biru itu dapat "meletakkan fondasi" bagi penyelesaian damai final, tetapi ia mengancam akan melakukan lebih banyak penyitaan tanah jika Ukraina menarik diri dari perundingan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.