Cegah Bullying, Pemkot Surabaya Bangun Ekosistem Sekolah Aman dan Toleran

Jumat, 21 Nov 2025, 00:01 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Surabaya, meluncurkan inisiatif masif melalui program Dinamika Arek Suroboyo Hebat (DASH) 2025. Program ini bertujuan membekali remaja menghadapi berbagai tantangan masa kini, khususnya bullying dan pengaruh negatif era digital.

Sosialisasi terkini dilaksanakan di SMP dan SMA Dharma Wanita Persatuan (Dhani) Surabaya, Kamis (20/11) dengan menyajikan dua perspektif krusial, yakni Bullying dalam Perspektif Psikologi dan Bullying dalam Perspektif Hukum. Kegiatan ini menegaskan komitmen Pemkot Surabaya untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman bagi siswa.

Ket. Foto: Sosialisasi ini akan terus digalakkan dengan pendekatan persuasif, bukan mengekang. — Sumber: Istimewa

Penasihat DWP Kota Surabaya, Rini Indriyani, menjelaskan tentang pentingnya program DASH ini, bahwa masa remaja adalah fase penuh dinamika, di mana anak-anak aktif mencari jati diri dan rentan terhadap berbagai godaan, mulai dari bullying, pergaulan tidak sehat, hingga paparan konten negatif di internet.

Melalui DASH, edukasi langsung dibawa ke sekolah-sekolah, mencakup SD, SMP, MI, MTs, hingga pondok pesantren. Materi yang diberikan sangat komprehensif, meliputi pencegahan bullying, penguatan konsep diri, penggunaan internet sehat, bahaya zat adiktif, serta cara efektif menghadapi permasalahan remaja sehari-hari.

“Saya menyambut baik kegiatan ini, karena saya percaya bahwa pembinaan anak tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Harus ada peran sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Ketika semua berjalan bersama, anak-anak kita akan tumbuh lebih aman, percaya diri, dan siap menghadapi masa depan,” tutur Bunda Rini Indriyani.

Bunda Rini Indriyani mengungkapkan rasa bangganya terhadap siswa-siswi SMP dan SMA Dhani yang telah menunjukkan pemahaman baik mengenai isu bullying, termasuk pemahaman terhadap kesetaraan gender dan berbagai kategori perundungan, mulai dari yang sifatnya cyber hingga verbal.

“Namun saya bersyukur anak-anak sudah sangat mengerti. Dampak perundungan sangat serius. Berawal dari korban bisa berubah menjadi pelaku, dan jika tidak ditangani dengan benar, bisa berujung pada tindakan kriminal,” kata dia.

Ia menegaskan bahwa sosialisasi ini akan terus digalakkan dengan pendekatan persuasif, bukan mengekang. Sama halnya seperti mengajarkan nilai-nilai sejak kecil, pemberian motivasi dan mengingatkan secara terus-menerus akan tertanam dalam alam bawah sadar siswa, membentuk pola pikir atau mindset yang benar.

Salah satu momen inspiratif yang dibagikan adalah kisah seorang korban yang awalnya menolak bersekolah karena di bully secara verbal dan fisik, namun akhirnya berhasil melawan perundungan tersebut, berdamai dengan diri sendiri, dan kini kembali nyaman di sekolah.

“Kisah ini menjadi pengingat bahwa kehadiran orang tua dan guru sebagai tempat curhat yang asik dan nyaman adalah kunci untuk mencegah masalah bullying menjadi terlambat diatasi,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan SMP dan SMA Dhani, Dameria Triana Ambuwaru, menyatakan rasa syukurnya atas dukungan Pemkot Surabaya dan antusiasme siswa. Ia menambahkan bahwa Yayasan Dhani terus berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan (Dispendik) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya, untuk memastikan nilai-nilai Pancasila dan budi pekerti, termasuk penguatan pengajaran agama bagi semua pemeluk, terintegrasi dalam kurikulum.

Dameria juga mengungkapkan bahwa pihaknya menyadari tantangan pendampingan anak di rumah akibat kesibukan orang tua. Oleh karena itu, Yayasan SMP dan SMA Dhani akan menggelar pertemuan dengan orang tua siswa melalui Kelas Parenting pada 2 Desember 2025, dengan mengundang narasumber kompeten.

“Kami berharap para orang tua dapat meluangkan waktu agar memiliki pemahaman yang sama. Kami ingin orang tua dan guru menjadi teman curhat asik, yang nyaman dan terbuka, sehingga dampak bullying bisa diminimalisir dan dicegah sedini mungkin,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kepala Dispendik Kota Surabaya, Yusuf Masruh, menjelaskan tujuan utama kegiatan ini adalah memastikan guru-guru yang mengelola Sekolah Ramah Anak menciptakan suasana yang mengasyikkan agar sekolah benar-benar aman, nyaman, dan menggembirakan.

Peran Guru Bimbingan Konseling (BK) akan diperkuat sebagai garda depan. Guru BK di SMP, serta guru kelas 4 dan 5 di SD, akan memegang peran penting dalam pendampingan. Fokus pencegahan tidak hanya pada kekerasan fisik dan seksual, tetapi juga pada isu yang lebih mendasar, memastikan anak memiliki wadah aman untuk curhat.

“Kami juga memaksimalkan fungsi Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di sekolah. Guru harus dibekali pendampingan intensif agar mampu mengenali gejala (case) anak-anak yang murung atau cemberut, sehingga masalah dapat segera dideteksi dan dinetralisir,” jelasnya.

Terakhir, Yusuf menerangkan bahwa pemicu utama bullying saat ini adalah era digital, di mana anak-anak mudah meniru perilaku negatif dari konten tanpa memahami dampak buruk dan rasa tersinggung yang ditimbulkannya. Oleh karena itu, pencegahan difokuskan pada penguatan toleransi dan interaksi sosial yang sehat, serta pembentukan konselor sebaya sebagai saluran keluhan. Tujuannya adalah meminimalkan risiko anak mengalami rasa minder atau rendah diri akibat perundungan.

“Penguatan akan difokuskan pada toleransi dan interaksi sosial yang sehat, sebab bullying pada dasarnya berakar dari kurangnya toleransi. Jika guru tidak sigap memahami karakter siswa dan kasus bullying tidak segera diselesaikan, perundungan akan berlanjut. Kuncinya adalah deteksi cepat dan netralisasi dini untuk mencegah dampak jangka panjang yang merugikan mental anak,” pungkasnya. (

  • Cegah Bullying

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.