Tak Mampu Bayar Sewa, Museum Bruce Lee di Hong Kong Tutup
Kamis, 17 Jul 2025, 09:32 WIBHONG KONG - Para penggemar Bruce Lee berkumpul di museum mini Hong Kong yang didedikasikan untuk seniman bela diri legendaris tersebut untuk mengucapkan selamat tinggal kepada situs tersebut pada Selasa (15/7). Biaya operasional memaksa museum tutup sekali lagi.
Klub Bruce Lee, yang didirikan oleh keluarga Lee, memajang koleksi sekitar 2.000 artefak, termasuk majalah-majalah berusia puluhan tahun dan sebuah patung besar yang menampilkan gerakan-gerakan ikonis sang superstar, di kawasan Yau Ma Tei yang ramai pada tahun 2001. Namun, kenaikan harga sewa menghentikan proyek tersebut pada tahun 2016.
Tiga tahun kemudian dan pindah ke kawasan industri Kwun Tong, klub mulai menyambut pengunjung untuk melihat koleksinya lagi tepat sebelum protes demokrasi mengguncang kota itu, yang melemahkan pariwisata.
Dalam sebuah pernyataan, klub tersebut menulis bahwa gerakan sosial disusul pandemi Covid-19 telah "sangat mengganggu" rencana museum tersebut.
"Kami mengantisipasi pemulihan, tetapi kenyataan tidak sesuai harapan," kata klub tersebut seperti dikutip AFP. "Pengeluaran yang terakumulasi selama enam tahun ini telah memaksa kami untuk memikirkan kembali cara paling efektif memanfaatkan sumber daya kami guna mempertahankan nyala semangat Bruce Lee."
Ditambahkannya, pihaknya akan "mencari cara baru" untuk melibatkan publik, tetapi untuk saat ini, menjelang ulang tahun Lee yang ke-85, pihaknya akan menutup museum.
Setidaknya untuk sementara, semua pernak-pernik terkait ikon Hong Kong akan dikemas dan disimpan.
Lahir di San Francisco pada tahun 1940, Bruce Lee dibesarkan di Hong Kong yang dikelola Inggris dan memiliki awal yang gemilang sebagai aktor cilik. Ia kemudian menjadi salah satu pria Asia pertama yang mencapai ketenaran Hollywood sebelum wafat di usia 32 tahun.
Jangan pernah menyerahÂ
Di arsip Kwun Tong yang sederhana pada hari Selasa, pengunjung dan pelatih seni bela diri Andy Tong menyayangkan dan merasakan kehilangan tempat itu.
"(Lee) membantu membangun citra orang Tionghoa dan warga Tionghoa perantauan di dunia Barat," kata Tong, 46 tahun.
Meskipun sang superstar sangat dicintai dan dirayakan di kota itu, dengan seringnya diadakan retrospektif dan pameran, para penggemarnya berjuang keras untuk memastikan pelestarian yang terorganisasi dan sistematis.
Pada tahun 2004, para pemohon berhasil memasang patung perunggu Lee di tepi pelabuhan Hong Kong yang terkenal, tetapi kampanye untuk merevitalisasi bekas tempat tinggalnya gagal menyelamatkannya dari pembongkaran pada tahun 2019.
Ketua Bruce Lee Club, W Wong, mengatakan pemerintah Hong Kong tidak memiliki perencanaan jangka panjang dan berkelanjutan untuk melestarikan warisan Lee.
Namun ia mengatakan Klub "tidak akan pernah menyerah" dalam dedikasinya untuk mendukung semangat Lee.
"Meskipun Bruce telah meninggal dunia, semangatnya terus menginspirasi orang-orang dari segala usia," kata Robert Lee, saudara laki-laki Lee yang berusia 76 tahun.
"Saya percaya, semangat Bruce Lee akan tetap ada di sini (Hong Kong) selamanya."Â
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.