Target Tinggi! Menaker Incar 100 Ribu Peserta Magang Nasional Tiap Tahun

Rabu, 10 Des 2025, 20:30 WIB

JAKARTA – Program magang nasional menjadi instrumen strategis untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.

Melalui integrasi kurikulum dengan pengalaman kerja nyata, program ini mendorong peningkatan kompetensi teknis maupun soft skills peserta, sekaligus memperkuat kesiapan tenaga kerja muda memasuki pasar kerja.

Ket. Foto: Ilustrasi - Program magang nasional. — Sumber: Istimewa.

Bagi industri, program magang nasional menciptakan pasokan talenta yang lebih sesuai kebutuhan, mengurangi biaya pelatihan awal, serta mempercepat inovasi melalui perspektif baru para peserta.

Jika dikelola konsisten dan terstandar, program ini mampu meningkatkan produktivitas nasional serta memperkuat daya saing ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menargetkan 100 ribu orang lulusan baru (fresh graduate) dari perguruan tinggi dapat berpartisipasi sebagai peserta program Magang Nasional setiap tahunnya.

"Setiap tahun, program ini menargetkan 100 ribu peserta magang," kata Yassierli dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (10/12).

Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa target itu sejalan dengan tujuan program untuk memberikan pengalaman langsung di dunia kerja sehingga peserta lebih siap menghadapi tantangan industri setelah lulus.

"Program magang ini bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga wadah untuk memahami praktik kerja nyata. Saya berharap setiap peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengasah kemampuan teknis, disiplin kerja, dan profesionalisme," ujar Menaker.

Selain itu, Yassierli pun menekankan pentingnya peran mentor dalam membimbing peserta magang agar ilmu dan pengalaman yang didapatkan bisa diimplementasikan saat memasuki kondisi riil.

"Para peserta harus belajar dengan serius dari mentor, menyerap ilmu, dan mengembangkan keterampilan agar siap menghadapi dunia kerja. Kedisiplinan, semangat belajar, dan penerapan K3 harus menjadi prioritas selama mengikuti program," kata Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.

Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) juga memastikan untuk aktif melakukan peninjauan dari program yang masuk dalam stimulus ekonomi pemerintah tersebut.

Baru-baru ini, Menaker Yassierli melakukan peninjauan pelaksanaan program Magang Nasional di Balai Yasa Yogyakarta.

Ia mengatakan kunjungan ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program magang berjalan dengan baik, memberikan pengalaman kerja nyata, serta meningkatkan kompetensi generasi muda agar siap memasuki dunia kerja.

Dalam kegiatan tersebut, Menaker berdialog langsung dengan para peserta magang.

"Dialog mencakup pengalaman selama mengikuti magang, materi yang dipelajari, ritme kerja harian, hingga harapan peserta terhadap masa depan karier mereka," katanya.

  • Program Magang Nasional

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.