Basarnas Bantu Pendaki yang Terjebak Keluar dari Zona Bahaya Erupsi Semeru

Kamis, 20 Nov 2025, 17:12 WIB

JAKARTA - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memfasilitasi evakuasi pendaki Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, untuk menjauhkan mereka dari bahaya seiring meningkatnya aktivitas gunung berapi tersebut.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso pada Kamis (20/11) mengatakan, pihaknya telah melakukan pemantauan dan pendataan sejak menerima informasi adanya peningkatan aktivitas di Gunung Semeru.

Ket. Foto: Danau Ranu Kumbolo. Gunung Semeru. Setiap pendaki yang tiba di posko dipastikan terdata, sehingga seluruh individu yang tercatat di Ranu Kumbolo dapat dipastikan telah keluar dari jalur pendakian dengan selamat. — Sumber: Istimewa

Meski pos pendaki tidak terkena dampak langsung letusan, namun keselamatan mereka tetap menjadi prioritas, ungkapnya.

"Dua tim personel Basarnas dari Kantor SAR Surabaya dan Posko SAR Jember berada di area Ranupani untuk berkoordinasi dengan petugas di loket tiket Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Tim juga sedang mempersiapkan opsi evakuasi darurat jika diperlukan," tambah Prakoso.

Basarnas membenarkan data petugas posko Ranupani yang mencatat ada 187 orang di kawasan Ranu Kumbolo, terdiri atas 129 pendaki, satu petugas, dua orang rescuer, 24 orang PPGST (Pemandu Terdaftar Pendakian Gunung Semeru), 25 orang pemandu, dan enam orang personel Kementerian Pariwisata.

“Semuanya diinstruksikan untuk turun secara bertahap mulai pukul 09.00 sampai dengan pukul 10.00 WIB, dan proses ini masih berlangsung,” ujar Prakoso.

Menurutnya, gelombang pertama pendaki yang turun diperkirakan tiba di Pos Ongger sekitar pukul 13.00 WIB, namun mereka tiba lebih awal dari perkiraan, sehingga proses penurunan kemungkinan masih berlangsung hingga Kamis sore.

Personel Basarnas memastikan setiap pendaki yang tiba di posko terus terdata, sehingga seluruh individu yang tercatat di Ranu Kumbolo dapat dipastikan telah keluar dari jalur pendakian dengan selamat.

"Koordinasi dengan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus dilakukan untuk memantau potensi perubahan kondisi. Peningkatan aktivitas Gunung Semeru harus disikapi dengan kewaspadaan tinggi demi menjamin keselamatan seluruh pendaki," tegas Prakoso.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan Gunung Semeru meletus pada Rabu (19 November) pukul 16.00 waktu setempat, dengan tinggi kolom letusan kurang lebih 2.000 meter di atas puncak.

Saat terjadi letusan, Gunung Semeru mengeluarkan aliran piroklastik setinggi tujuh kilometer dari puncak, dengan kolom abu tebal berwarna abu-abu teramati di sebelah utara dan barat laut.

Letusan yang terekam di seismogram pos pemantauan gunung api Lumajang itu memiliki amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 16 menit 40 detik.

Aktivitas erupsi Gunung Semeru dipastikan berakhir pada pukul 18.11 WIB, Rabu, namun Pemerintah Daerah dan Badan Geologi tetap mempertahankan statusnya pada Level IV atau Waspada untuk mengantisipasi adanya aktivitas lanjutan.

  • Erupsi Semeru

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.