Mari Menyelamatkan 14 Macan Tutul di Gunung Muria

Rabu, 19 Nov 2025, 22:36 WIB

LANGKAH penyelamatan 14 macan Tutul di Gunung Muria, Jateng, sangat penting dilakukan, agar tak musnah. Sebab jumlah mereka tinggal 5 jantan dan 9 betina. Mereka ini boleh dikata “terisolasi” karena berada di gunung di Jawa bagian utara. Mereka hidup mati ya di hutan Gunung Muria. Kondisi ini tidak bagus karena mereka bisa inces dan itu akan menurunkan kualitas mereka.

Hal ini berbeda dengan binatang-binatang atau macan yang berkeliaran atau hidup di gunung-gunung di Jawa bagian selatan. Mereka bisa bermigrasi dari satu gunung ke gunung lain karena relatif berdekatan. Dengan begitu, ada kemungkinan mereka bisa kawin dengan nonkeluarga, atau binatang yang tinggal di gunung lain.

Ket. Foto: Macan Tutul jenis inilah yang terlihat di Gunung Muria, mendesak diselamatkan — Sumber: ist

Atas keprihatinan inilah maka diperlukan langkah-langkah untuk tetap menjaga keberadaan macan-macan Gunung Muria yang menyangkut tiga kabupaten: Kudus, Pati, dan Jepara. Untuk itu, ada beberapa langkah guna mempertahankan agar area Gunung Muria tetap subur. Sebab ada bagian yang kritis karena pohonnya banyak ditebang.

Maka diperlukan banyak partisipasi untuk melestarikan lingkungan Gunung Muria, seperti dilakukan Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) untuk menanam pohon agar tidak gundul. Sebab pemotongan kayu membuat lahan gundul. Dampaknya air tak tertahan saat hujan dan bablas. “Akibatnya, masyarakat sekitar sudah kesulitan memperoleh air bersih,” jelas Program Associate BLDF, Prinsa Paruna, Rabu (19/11). Penghijauan dilakukan sejak 2020 untuk seluas 2.900 hektare.

20251119223411_prinsa.jpg

Prinsa menjelaskan program penyelamatan macan tutul

“Kami memasang kamera trap di 80 titik, sehingga diketahui adanya 14 macan Tutul tersebut,” tutur Prinsa.Konservasi Lereng Muria dimulai sejak tahun 2006, dan Perbukitan Patiayam pada tahun 2020 berkolaborasi dengan masyarakat, petani, dan para pemangku kepentingan. Tujuannya diharapkan dapat mempertahankan dan menjaga ekosistem di kedua kawasan tersebut.

Kompos

Selain itu, ada juga program pembuatan kompos dari sampah organik. Sampah-sampah dikirim dari dinas lingkungan hidup yang mengirim seminggu dua kali. Ada juga dari perusahaan-perusahaan. “Kami menghasilkan sehari sekitar 50 ton kompos,” jelas Program Associate BLDF, Timothy Ariel Saputra.

Menurutnya, hasil 50 ton kompos ya dari kurang lebih 100 ton sampah organik. Sampah-sampah yang sampai di lokasi pembuatan kompos organik, tak terlalu banyak disortir. Paling-paling kalau ada plastik, diambil. Kompos-kompos dibagikan kepada warga, tidak pernah dijual.

20251119223156_sampah.jpg

Proses pembuatan kompos 

Menurut Timothy, Pusat Pembibitan Tanaman, bertujuan mencegah kepunahan tanaman-tanaman dengan membuat bibit-bibit. PPT juga melakukan budi daya dan pembibitan tanaman konservasi, baik buah maupun nonbuah, seperti trembesi, kenari, mahoni, asem dan randualas.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

Dari yang Paling Horor Hingga yang Mengecewakan: Ranking Enam Film Insidious

Kabut Asap Makin Pekat, Dinkes Palembang Imbau Warga Gunakan Masker

Karang Taruna Nasional Kerahkan Personel Turut Tangani karhutla di Kalbar

Pemain Timnas Indonesia Ole Romeny Kena Kartu Merah, Fortuna Sittard Harus Akui Keunggulan AZ Alkmaar

Pemprov Sumut Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Transformasi Digital

Gelar Bazar Harkop Harnas, Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM ‎

Produk UMKM Lebak Makin Laris! Pemkab Bantu Pasarkan Lewat Bazar

Pacu Daya Saing sebagai Kota Global, Pemprov DKI Dorong Penguatan Ekosistem Musik

12 Film Horor dengan Penggambaran Dunia Paling Mengerikan dan Memikat

Kapal Korea Selatan Tembus Jalur Arktik, Rute Baru Asia-Eropa Pangkas 7.000 Km

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.