Kampus Mesti Mampu Lahirkan Generasi Berintegritas

Selasa, 18 Nov 2025, 01:05 WIB

JAKARTA – Kota berintegritas hanya dapat terwujud bila generasinya juga berintegritas. “Menjadi pekerjaan perguruan tinggi untuk melahirkan generasi yang berintegritas. Mereka inilah yang akan berkontribusi bagi pembangunan kota,” tandas Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, Senin (17/11).

Menurutnya, perguruan tinggi berperan memberi generasi muda dengan kemampuan untuk bekerja secara benar. Inilah menjadi dasar kepercayaan publik dan fondasi negara modern. Dia menekankan, perguruan tinggi berperan besar membentuk karakter tersebut. Mahasiswa agar belajar memahami bahwa integritas bukan pelengkap Curiculum Vitae, melainkan dasar dari kepercayaan publik .

Ket. Foto: Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno membuka Seminar Internasional Fraud Awareness Week 2025 di Universitas Kalbis, Kayu Putih, Jakarta Timur, Senin (17/11). — Sumber: ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta

Rano menilai kepercayaan publik juga membutuhkan para penjaga yang transparan, akuntabel, dan berani menolak kecurangan. Ruang pembelajaran mengenai kepercayaan dan integritas, perlu dibuka sejak dini. Ini mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga SMA. Anak-anak harus dibekali pemahaman bahwa kejujuran adalah fondasi hidup.

Lebih lanjut, Rano menuturkan, kampus merupakan tempat memelihara harapan. Kampus juga tempat bagi generasi muda tumbuh dengan pandangan yang jernih dan tekad kuat untuk menjaga nilai kejujuran dalam profesi apa pun. Di sisi lain, dia menyebutkan posisi Jakarta yang kini berada di peringkat 71 dalam indeks kota global atau naik tiga peringkat dari semula posisi ke-74. Salah satunya disebabkan transparansi anggaran. “Indeks kita begitu cepat naik. APBD selalu terbuka dapat dilihat masyarakat,” pungkas Rano.

Antifraud

Sementara itu, saat membuka Seminar “Internasional Fraud Awareness Week 2025” di Universitas Kalbis, Kayu Putih, Jakarta Timur, Senin (17/11), memaparkan fondasi negara modern adalah transparansi, akuntabilitas, dan keberanian menolak kecurangan.

“Di tengah hiruk pikuk kota besar, lewat seminar ini kita diajak merenungkan sesuatu yang sederhana, namun kerap diabaikan di mana kepercayaan adalah fondasi negara modern,” urainya.

Menurut Wagub Rano, tema seminar “Strengthening Transparency and Accountability through Anti-Fraud Education” menjadi pengingat bahwa integritas harus dirawat setiap hari. Ini sebuah seruan bahwa masyarakat hanya dapat tumbuh kuat bila dibangun di atas kepercayaan.

“Saya menghargai Universitas Kalbis yang terus memelihara ruang belajar seperti ini. Pemahaman tentang fraud bukan sekadar soal keuangan. Bila kita melihat fraud dalam arti luas, dampaknya bisa sangat mengerikan,” ujarnya. Rano menambahkan, praktik kecurangan bisa membawa dampak luas hingga mengganggu stabilitas negara.

Salah satu contoh adalah situasi di Amerika Serikat yang sempat mengalami shutdown anggaran. Hal ini menyebabkan ribuan pekerja tak menerima gaji hingga menghambat aktivitas penerbangan.

“Kampus juga menjadi tempat memelihara harapan, tempat generasi muda tumbuh dengan pandangan jernih. Kampus menjalankan tekad menjaga nilai kejujuran dalam profesi apa pun yang kelak mereka jalani,” lanjutnya.

Lebih jauh, Wagub Rano menekankan bahwa pada akhirnya integritas kembali pada manusianya. Ia menilai perguruan tinggi memegang peran penting dalam membentuk karakter mahasiswa agar mampu bekerja dengan jujur, meski tanpa pengawasan.

Dalam konteks itu, dia menilai kolaborasi Kalbis University dengan ACFE Indonesia Chapter, Kedutaan Besar Filipina, dan Dewan Pemuda Malaysia untuk seminar ini merupakan langkah strategis yang akan memperkuat komitmen Asean terhadap isu antikecurangan.

  • Wagub DKI Rano Karno

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.