Cegah Longsor Susulan, Menteri PU Serukan Mitigasi Bencana

Selasa, 18 Nov 2025, 23:59 WIB

JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan perlunya memitigasi bencana longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Hal itu ditegaskannya saat meninjau langsung lokasi bencana, Selasa (18/11).

Menurut Menteri Dody, setelah pencarian korban selesai, yang tidak kalah penting adalah upaya mitigasi agar bencana longsor tidak kembali terjadi. Berdasarkan temuan kondisi topografi di lokasi, terdapat cekungan alam di sisi atas lereng yang selama ini menampung aliran air hujan. Air yang merembes keluar kemudian melemahkan struktur tanah dan memicu longsoran.

Ket. Foto: Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban bencana tanah longsor yang ditemukan di Worksite B-2, Desa Cibeunying, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (18/11/2025). — Sumber: ANTARA/ HO-Basarnas Cilacap

“Ke depan, tugas kita adalah memastikan cekungan itu tidak lagi menahan air. Tidak harus kering 100 persen tapi minimal air selalu teralirkan sehingga tidak memicu longsor baru,” jelas Menteri Dody.

Diketahui, Kementerian PU bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan segera mengkaji kondisi atas lereng, termasuk usulan pembuatan sistem drainase untuk mengalirkan air dari cekungan ke sungai terdekat sebagai bagian dari mitigasi jangka panjang.

Menteri Dody menegaskan bahwa penanganan bencana bukan hanya soal respons cepat, tetapi juga deteksi dini dan pencegahan. Kementerian PU akan menindaklanjuti kajian potensi longsor tidak hanya di Cilacap, tetapi juga di daerah lain yang memiliki pola kerentanan serupa, seperti Banjarnegara dan Banyumas.

“Kita bicara bukan hanya hari ini, tapi ke depan. Bagaimana supaya peristiwa seperti ini tidak terulang lagi di sini atau di tempat lain. Fokus kami adalah memastikan keselamatan masyarakat lewat pencegahan yang lebih kuat,” tegas Menteri PU.

Terkait rencana relokasi warga terdampak, Menteri Dody memastikan bahwa Kementerian PU siap mendukung. Pemerintah Daerah telah menyiapkan lahan seluas 3,9 hektar dan saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan dari Badan Geologi dan tim ITB untuk memastikan lokasi tersebut aman dari potensi tanah gerak.

Bencana tanah longsor di Cilacap terjadi pada Kamis (13/11) lalu. Hingga hari ini tercatat 46 korban terdampak, dengan rincian 23 orang luka-luka, 16 orang meninggal dunia, dan 7 orang masih dalam pencarian.

Kerahkan Alat Berat

Sebagai bentuk dukungan tanggap darurat, Kementerian PU bersama instansi terkait telah mengerahkan total 24 unit excavator, terdiri dari 15 unit milik Kementerian PU melalui BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) dan BBPJN (balai besar pelaksanaan jalan nasional), serta sisanya berasal dari dukungan pemerintah daerah dan instansi lain.

"Kita fokus hari ini adalah search and rescue untuk tujuh korban yang masih belum ditemukan. Setelah itu selesai, baru bergerak pada penanganan pascabencana agar kejadian seperti ini tidak terulang,”kata Menteri Dody. 

  • Longsor Cilacap

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.