Pembangunan Tangerang Jaga Keseimbangan Ekologi

Senin, 17 Nov 2025, 20:16 WIB

TANGERANG – Perubahan iklim memerlukan perawatan lingkungan lebih tegas lagi. “Untuk itu, Kota Tangerang akan selalu menjaga keseimbangan ekologi dalam membangun wilayah,” tutur Wali Kota Tangerang, Sachrudin, Senin (17/11). Dia menekankan kembali, pembangunan tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, namun juga memperhatikan keseimbangan ekologi.

Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) menjadi pedoman pembangunan Koota Tangerang. Ini tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan ekologis. Lingkungan yang sehat adalah hak setiap warga. Sudah menjadi kewajiban setiap insan untuk menjaganya.

Ket. Foto: menjaga lingkungan — Sumber: ist

Sachrudin mengatakan ini saat membuka konsultasi publik kajian review di Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Banten, Senin. Dia juga mengajak 100 peserta yang hadir secara luring dan daring termasuk masyarakat, akademisi, pelaku usaha, serta komunitas lingkungan untuk berkolaborasi. “Keberhasilan pengelolaan lingkungan hidup tidak bisa dicapai hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi semua pihak,” katanya.

Wali kota juga menyoroti tantangan lingkungan yang dihadapi Kota Tangerang beberapa tahun terakhir, seperti peningkatan sampah, penurunan kualitas air dan udara, serta dampak perubahan iklim. “Evaluasi RPPLH ini penting untuk mengukur efektivitas kebijakan terdahulu dan merumuskan strategi yang lebih adaptif dan inovatif,” tambahnya.

Dia berharap hasil forum ini memperkaya substansi RPPLH dan menjadi pedoman kuat dalam mewujudkan Kota Tangerang yang green, resilient, dan sustainable. “Semoga konsultasi publik ini menghasilkan dokumen yang komprehensif, aplikatif, dan berkeadilan bagi seluruh warga Kota Tangerang,” tandasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Wawan Fauzi, menambahkan, peserta kegiatan terdiri dari anggota Tim Penyusun RPPLH dari tiap perangkat daerah, perwakilan instansi terkait, daerah berbatasan, perguruan tinggi, komunitas lingkungan, serta LSM. "Kegiatan ini diharapkan memberikan masukan konstruktif untuk menjadikan RPPLH sebagai pedoman pembangunan berkelanjutan yang kuat dan aplikatif," ucapnya.

Bansos Mahasiswa

Sementara itu, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang, resmi membuka pendaftaran bantuan sosial (bansos) mahasiswa untuk 2026 yang dapat diakses melalui aplikasi Tangerang LIVE. Kepala Dinsos Kota Tangerang Mulyani di Tangerang, Senin, mengatakan program bantuan pendidikan ini dapat diakses mulai 17 November hingga 1 Desember 2025.

Bantuan yang diberikan sebesar 6 juta untuk setiap penerima dan hanya diberikan satu kali dalam setahun serta tidak bersifat berkelanjutan. “Pemkot Tangerang mendorong mahasiswa kurang mampu untuk segera memanfaatkan program ini guna mendukung keberlangsungan pendidikan mereka. Pendaftaran dilakukan secara mandiri melalui aplikasi Tangerang LIVE,” kata Mulyani.

Mulyani mengatakan,  warga hanya perlu membuka aplikasi Tangerang LIVE, memilih menu Bansos Mahasiswa, kemudian mengikuti langkah-langkah yang tersedia hingga proses pengajuan selesai.

“Pemkot Tangerang mengimbau calon pendaftar untuk menyiapkan seluruh berkas sedini mungkin agar proses pengajuan dapat berjalan lancar. Informasi lebih lanjut mengenai Bansos Mahasiswa 2026 dapat diperoleh melalui nomor resmi 0895-6087-22422,” jelasnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.