Operasi Zebra Seligi 2025 Dimulai, Polda Kepri Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas
Senin, 17 Nov 2025, 11:29 WIBKepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Kapolda Kepri) Irjen Pol. Asep Safrudin mengatakan fokus utama pelaksanaan Operasi Zebra Seligi 2025 yakni meningkatkan keselamatan seluruh pengguna jalan dengan menumbuhkan kesadaran tertib berlalu lintas.
"Operasi Zebra ini salah satu sarana Polri untuk mengembalikan ketertiban berlalu lintas, meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan sekaligus, menekan angka pelanggaran dan fatalitas kecelakaan," kata Asep usai apel gelar pasukan Operasi Zebra Seligi 2025 di Mapolda Kepri, Kota Batam, Senin.
Jenderal polisi bintang dua itu menjelaskan Operasi Zebra Seligi 2025 berlangsung selama 14 hari dari tanggal 17 sampai dengan 30 November 2025, melibatkan 350 personel gabungan Polda Kepri dan polres jajaran, serta instansi samping seperti TNI, Dishub dan Jasa Raharja.
Operasi Zebra 2025, kata dia, bagian dari rangkaian kegiatan cipta kondisi menjelang Operasi Lilin 2025 dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru.
"Operasi Zebra ini berperan strategis dalam membangun culture berlalu lintas yang lebih baik, meningkatkan kualitas pelayanan polisi terhadap masyarakat serta menciptakan ruang publik yang aman dan tertib," katanya.
Salah satu prioritas Operasi Zebra 2025 adalah menurunkan angka kecelakaan lalu lintas. Sebagai pembanding, pada pelaksanaan Operasi Zebra Seligi 2024, tercatat 661.000 pelanggaran ditindak. Angka ini meningkat dari tahun 2023 sebesar 3.693 pelanggaran.
Jumlah kecelakaan yang terjadi selama Operasi Zebra Seligi 2024 sebanyak 38 kejadian kecelakaan dari sebelum 40 kejadian, korban meninggal dunia empat orang, jumlahnya sama seperti tahun 2023, korban luka ringan meningkat dari tujuh menjadi 15 orang, luka ringan menurun dari 45 menjadi 41 orang.
"Untuk kerugian materil meningkat dibanding tahun 2023 sebesar Rp35 juta menjadi Rp58,3 juta di tahun 2024," kata Asep.
Perwira tinggi Polri itu menekankan Operasi Zebra Seligi 2025 mengedepankan kegiatan preemtif yaitu melakukan sosialisasi melalui media sosial, media elektronik cetak.
Kemudian, melakukan sambang kepada komunitas kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat, meningkatkan kegiatan sosialisasi tertib berlalu lintas ke sekolah-sekolah, maupun kampus secara masif.
"Melakukan sosialisasi ke perusahaan atau pabrik tentang imbauan tertib lalu lintas," ujarnya.
Selanjutnya kegiatan preventif yakni berkoordinasi dengan instansi terkait, dalam melaksanakan "ram check" terhadap pengemudi truk atau bus di terminal atau pool bus.
Bersama-sama dengan pihak sekolah, kampus dan perusahaan atau pabrik dalam melakukan pengecekan kelengkapan baik orang atau maupun kendaraan yang digunakan.
"Menempatkan personel pada lokasi-lokasi rawan pelanggaran lalu lintas, meningkatkan kegiatan patroli dan pengawasan pada lokasi-lokasi rawan terjadinya pelanggaran lalin," katanya.
Untuk kegiatan represif, Asep melanjutkan, melakukan penegakan hukum secara selektif dan prioritas, menggunakan ETLE mobile, statis maupun tilang manual, terhadap pengemudi kendaraan bermotor yang melakukan pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas dengan jumlah fatalitas tinggi.
"Harapan kami masyarakat dapat meningkatkan disiplin berlalu lintas, sebetulnya tidak perlu polisi hadir untuk sadar bahwa di jalan itu rawan," ujar Asep.
- Operasi Zebra Seligi 2025
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Tim Koran Jakarta
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.