Garuda Muda Harus Banyak Berbenah, Kurang Meyakinkan

Senin, 17 Nov 2025, 07:55 WIB

JAKARTA - Pelatih Tim Indonesia U-22, Indra Sjafri, menilai kekalahan 0-3 dari Mali U-23 pada laga uji coba di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (15/11) malam, menjadi peringatan penting sebelum menuju SEA Games 2025. Meski hasilnya jauh dari harapan, dia menegaskan bahwa pertandingan ini membuka gambaran jelas mengenai sektor-sektor yang harus dibenahi.

Indra mengakui performa tim masih jauh dari standar. “Pertama dari hasil dan gol-gol yang terjadi, kami tidak puas. Namun, ada beberapa hal positif yang bisa diambil. Secara keseluruhan tidak terlalu bermain jelek. Hanya ada kesalahan dari set piece,” ujarnya.

Ket. Foto: Pemain Timnas Indonesia U-22 Frengky Deaner (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Timnas Mali U-22 Aboubacar Sidibe pada laga uji coba FIFA Match Day di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/11). Timnas Indonesia U-22 kalah dengan skor 0-3. — Sumber: ANTARA/Fauzan

Indra menekankan bahwa respons para pemain dalam situasi pertandingan masih belum konsisten. Menurutnya, hal itu harus segera diperbaiki dalam persiapan lanjutan. “Banyak yang perlu dibenahi untuk menuju SEA Games 2025. Ada beberapa respons yang tidak tepat, dan itu pekerjaan besar kami,” jelasnya.

Salah satu sorotan utama berada pada lini depan yang dianggap belum tajam. Dari sisi produktivitas, ada beberapa peluang, tapi tidak menjadi gol. Dia menambahkan bahwa peningkatan kualitas individu menjadi fokus utama sebelum menentukan komposisi final skuad. Yang terpenting dari 30 pemain ini bisa menentukan yang terbaik.

Indra juga mengisyaratkan adanya komunikasi dengan sejumlah pemain yang berpotensi memperkuat tim, termasuk Marselino Ferdinan. Ia berharap sentuhan akhir skuad nantinya dapat menghadirkan performa lebih solid.

Di lapangan, skuad Garuda Muda memang kesulitan mengimbangi permainan agresif Mali. Gawang Cahya Supriadi sudah kebobolan di menit ketiga melalui sundulan Sekou Doucoure setelah kemelut sepak pojok. Upaya keluar dari tekanan mulai terlihat setelah laga berjalan 20 menit. Namun, justru Mali menggandakan keunggulan menit ke-33 lewat aksi individu Wilson Samake.

Perbaikan permainan di babak kedua belum cukup mengubah keadaan. Indonesia tetap kesulitan menciptakan peluang bersih. Mali menutup kemenangan 3-0 melalui tendangan jarak jauh Moulaye Haidara. Laga ini menjadi bagian dari rangkaian uji coba yang telah berlangsung sejak Oktober. Saat itu, Indonesia imbang sekali dan satu kalah sekali saat menghadapi India. Kekalahan dari Mali memperpanjang tren kurang meyakinkan tim dalam sebulan terakhir.

Tim U-22 masih akan menjalani satu uji coba lagi menghadapi Mali pada hari Selasa (18/11) di Pakansari. Partai ini kemungkinan akan menjadi ajang penentuan sebelum Indra menetapkan pemain yang dibawa ke Thailand untuk tampil diSEA Games. ben/G-1

  • Laga Uji Coba

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.