- Home
-
- Luar Negeri
-
- Vatikan Kembalikan 62 Arte...
Vatikan Kembalikan 62 Artefak kepada Masyarakat Pribumi Kanada sebagai Langkah Rekonsiliasi
Minggu, 16 Nov 2025, 18:45 WIBJAKARTA - Vatikan secara resmi mengembalikan 62 artefak budaya kepada masyarakat Pribumi di Kanada, sebagai bagian dari upaya rekonsiliasi terhadap masa lalu Gereja Katolik di negeri tersebut. Artefak ini diserahkan oleh Paus Leo XIV kepada Canadian Conference of Catholic Bishops, yang kemudian akan menyalurkannya ke organisasi Pribumi nasional.
Benda-benda tersebut meliputi kayak Inuit yang sangat langka, topeng upacara, wampum belt (sabuk manik), moccasin kulit, dan ukiran kulit kayu â semua artefak ini sebelumnya menjadi bagian dari koleksi etnologis Vatikan. Artefak-artefak ini awalnya dikirim ke Roma oleh para misionaris Katolik antara tahun 1923 hingga 1925 untuk pameran Vatikan yang digagas oleh Paus Pius XI.Â
Menurut pernyataan bersama Vatikan dan konferensi uskup Kanada, pengembalian artefak ini dimaksudkan sebagai tanda konkret dialog, penghormatan, dan persaudaraan. Setelah diserahkan ke uskup Katolik Kanada, artefak-artefak ini akan disimpan sementara di Canadian Museum of History di Gatineau, Quebec, sebelum diserahkan kembali ke komunitas asalnya.
Proses ini mengikuti model "gereja-ke-gereja", di mana Vatikan menyerahkan artefak ke struktur Gereja Katolik Kanada (bukan langsung ke pemerintah), dengan pemahaman bahwa komunitas Pribumi akan menjadi pemilik akhir. Bagi komunitas Pribumi, artefak-artefak ini bukan sekadar benda museum tapi bagian warisan spiritual dan budaya yang sangat berharga. Mereka menekankan pentingnya perlakuan yang penuh hormat terhadap artefak tersebut.Â
Langkah ini juga dihubungkan dengan permintaan maaf bersejarah yang pernah disampaikan oleh Paus Fransiskus pada tahun 2022 terkait peran gereja dalam sekolah asrama (residential schools) yang menyakiti banyak anak Pribumi di Kanada. Pada tahun 2023, Vatikan bahkan secara resmi menolak "Doctrine of Discovery" doktrin teologis lama yang sering digunakan untuk membenarkan kolonisasi.
Sejarawan dan pemimpin Pribumi menyambut baik pengembalian ini, namun beberapa juga menggarisbawahi bahwa masih banyak artefak lain di koleksi Vatikan yang belum dikembalikan. Proses identifikasi asal usul artefak (provenance) akan dilakukan dengan melibatkan ahli Pribumi agar artefak dapat dikembalikan ke komunitas yang tepat.
Bagi banyak pihak, pengembalian ini bukan hanya simbolis tetapi bagian penting dari upaya penyembuhan trauma kolonial dan pengakuan terhadap warisan budaya Pribumi yang dulu diabaikan. Vatikan menyebut pengembalian artefak ini sebagai aksi "ecclesial sharing" yang menggambarkan niat spiritual sekaligus konkret dalam menjalin persaudaraan dan menghormati keragaman budaya manusia.
- kanada
- vatikan
- Rekonsiliasi
- artefak
- Paus Leo XIV
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Ancaman Ganda Mengintai, Indonesia Perlu Waspadai Krisis Pangan
-
Hajar Chelsea, Manchester City Raih Juara Piala FA
-
Lanud Sjamsudin Noor Gelar Layanan Kesehatan Gratis dan Bazar Murah untuk Warga Banua
-
Perenang Russia dan Belarusia Kembali Diizinkan Tampil dengan Bendera Nasional
-
Paus Leo XIV Berikan Komentar Jelang Bergulirnya Piala Dunia 2026
-
SUV Berbentuk Misterius Muncul dalam Iring-iringan Pengawalan Trump di Beijing
-
Mensos Berharap Seleksi Sekolah Rakyat Tanpa Titipan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.