• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Luxpawn Buka Lounge Kedua ...

Luxpawn Buka Lounge Kedua di Jakarta, Perluas Akses Pembiayaan Berbasis Aset Mewah

Kamis, 17 Sep 2026, 14:58 WIB

JAKARTA — Perusahaan pembiayaan berbasis aset bernilai tinggi, Luxpawn, membuka lounge keduanya di kawasan ASHTA District 8, Prosperity Tower, SCBD, Jakarta Selatan, pada Rabu (16/9/2026). Kehadiran lokasi baru ini ditujukan untuk menyediakan ruang konsultasi privat bagi pemilik barang mewah yang ingin mengeksplorasi pilihan pembiayaan dengan memanfaatkan aset yang dimiliki.

Melalui layanan pembiayaan berbasis aset, pemilik barang bernilai tinggi dapat menjajaki akses dana tanpa harus langsung menjual barang miliknya. Sebelum menentukan pilihan pembiayaan, aset akan melalui proses penilaian untuk mengetahui nilai serta karakteristiknya.

Ket. Foto: Seremoni pembukaan lounge kedua Luxpawn di kawasan ASHTA District 8, Prosperity Tower, SCBD, Jakarta Selatan, pada Rabu (16/9/2026). Pembukaan lounge ini bertujuan untuk memperluas layanan konsultasi pembiayaan berbasis aset bernilai tinggi, seperti jam tangan, tas, perhiasan, dan emas. — Sumber: Luxpawn

Luxpawn melayani pembiayaan dengan jaminan berbagai jenis aset bernilai tinggi, di antaranya jam tangan mewah, tas desainer, perhiasan, emas, kendaraan mewah, hingga barang koleksi.

Pembukaan lounge kedua tersebut berlangsung di tengah perkembangan pasar barang mewah di Indonesia. Berdasarkan proyeksi Visa Business and Economic Insights, belanja barang mewah menggunakan kartu yang diterbitkan di Indonesia diperkirakan mencapai US$3,1 miliar pada 2026. Angka itu mencakup transaksi yang dilakukan di berbagai negara, termasuk pembelian di luar Indonesia.

Sementara itu, JLL memperkirakan Indonesia menjadi salah satu negara di ASEAN dengan pertumbuhan jumlah konsumen barang mewah yang kuat.

Data tersebut mencerminkan perkembangan konsumsi barang mewah, meskipun tidak secara langsung menunjukkan jumlah pemilik aset yang membutuhkan pembiayaan. Menurut Luxpawn, meningkatnya kepemilikan barang bernilai tinggi membuka pembahasan mengenai pemanfaatan aset setelah pembelian, termasuk sebagai salah satu alternatif untuk memperoleh likuiditas.

Sebagian pemilik aset mungkin membutuhkan dana, tetapi masih ingin mempertahankan barang yang memiliki nilai personal atau tetap ingin menggunakannya. Dalam kondisi tersebut, pembiayaan berbasis aset dapat menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan, dengan memperhatikan ketentuan dan kemampuan pembayaran pemilik.

“Selama ini, kepemilikan aset mewah lebih sering dikaitkan dengan status, lifestyle, dan personal enjoyment. Kami melihat ada dimensi lain dari sebuah kepemilikan, yaitu nilai finansial yang terdapat di dalam aset tersebut,” ujar Founder Luxpawn, Sandy Soetjianto, melalui siaran pers pada Kamis (17/9/2026).

Menurut Sandy, Luxpawn berupaya membantu pemilik aset mengakses nilai finansial tersebut melalui proses yang profesional dan tetap memperhatikan karakteristik setiap barang.

“Luxpawn hadir untuk membantu pemilik aset mengakses nilai tersebut melalui proses yang profesional, discreet, dan tetap menghargai karakteristik dari setiap aset,” katanya.

Penilaian Aset Tidak Hanya Berdasarkan Harga Pembelian

Dalam pembiayaan berbasis aset, harga saat barang dibeli bukan satu-satunya faktor yang menentukan nilai. Dua barang dari merek dan jenis yang sama dapat memiliki nilai berbeda, bergantung pada kondisi fisik, kelengkapan, keaslian, serta perkembangan harga di pasar.

Luxpawn menyebut pendekatan penilaiannya sebagai curated valuation. Proses tersebut mencakup pemeriksaan keaslian dan verifikasi aset untuk membantu menentukan nilai barang yang akan menjadi dasar pembahasan mengenai pembiayaan.

Hasil penilaian kemudian digunakan untuk membahas nilai pembiayaan yang mungkin tersedia bagi pemilik aset. Besaran pembiayaan yang dapat diperoleh tetap bergantung pada hasil penilaian, jenis aset, serta ketentuan yang berlaku.

Perusahaan menekankan pentingnya konsultasi sebelum pemilik mengambil keputusan. Pemilik aset perlu memahami seluruh tahapan layanan, persyaratan, biaya tambahan (jika ada), serta kewajiban pengembalian dana sesuai kesepakatan pembiayaan.

Dengan demikian, konsultasi tidak hanya berfungsi untuk mengetahui nilai barang, tetapi juga membantu pemilik memahami mekanisme pembiayaan dan konsekuensi yang menyertainya.

Mengedepankan Privasi Pemilik Aset

Lounge Luxpawn di SCBD dirancang sebagai ruang pertemuan privat bagi pemilik barang bernilai tinggi. Melalui fasilitas tersebut, pemilik dapat mendiskusikan kebutuhan finansial, menanyakan proses penilaian, serta memperoleh informasi mengenai penanganan aset selama masa pembiayaan.

Menurut perusahaan, aspek kenyamanan dan privasi menjadi perhatian utama dalam layanan ini. Pembahasan mengenai kepemilikan barang mewah maupun kebutuhan dana merupakan hal yang bersifat pribadi bagi sebagian pemilik aset.

Pembukaan lounge kedua di Jakarta ini sekaligus memperluas akses konsultasi Luxpawn bagi masyarakat yang ingin mengetahui alternatif pembiayaan berbasis aset. Perusahaan memperkenalkan layanan tersebut sebagai salah satu pilihan bagi pemilik barang bernilai tinggi yang membutuhkan likuiditas, tetapi belum ingin melepaskan kepemilikan atas asetnya.

Meski demikian, keputusan untuk menggunakan aset sebagai dasar pembiayaan tetap berada di tangan pemilik. Pertimbangan tersebut perlu disesuaikan dengan kebutuhan finansial, hasil penilaian aset, serta kemampuan memenuhi kewajiban yang disepakati.

Bagi Luxpawn, pemahaman terhadap nilai finansial suatu barang dapat membantu pemilik mempertimbangkan pilihan pengelolaan aset secara lebih menyeluruh.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.