Pemprov Jatim Gelar Tasyakuran Gelar Pahlawan Nasional KH Syaikhona Kholil

Minggu, 16 Nov 2025, 21:02 WIB

SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar acara tasyakuran atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional  ulama besar Madura, Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (15/11) malam.

Sebelumnya, di tempat yang sama Pemprov Jatim telah menggelar tasyakuran  gelar pahlawan nasional untuk KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Marsinah pada 12 November 2025.

Ket. Foto: Tasyakuran turut dihadiri para ahli waris Syaikhona Kholil seperti KH Imron Amin, KH Nasih Aschal, KH Makki Nasir, dan KH Dimyati Muhammad. Hadir pula Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, Rektor Universitas Trunojoyo Madura Safi’, serta Lajnah Thuros Syaichona Cholil yang selama ini aktif menjaga manuskrip peninggalannya. — Sumber: Koran Jakarta/ Selocahyo

Tiga tokoh asal Jawa Timur ini menerima anugerah gelar pahlawan nasional bersama tujuh tokoh lainnya dari Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Pahlawan di Istana Merdeka, 10 November 2025.

Dalam sambutan tasyakuran, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaan mendalam atas penetapan Syaikhona Kholil sebagai Pahlawan Nasional. Menurutnya, kontribusi besar ulama yang dikenal sebagai guru para pendiri bangsa itu tak hanya di bidang keilmuan, tetapi juga dalam pembentukan karakter kebangsaan.

“Atas nama masyarakat Jawa Timur, kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya. Penetapan Gus Dur, Syaikhona Muhammad Kholil, dan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional merupakan pengakuan negara atas keberanian moral dan ketulusan perjuangan mereka dalam menegakkan nilai kemanusiaan dan kebangsaan,” ungkap Khofifah.

Ia menjelaskan, Syaikhona Kholil merupakan sosok yang menerangi bangsa melalui spiritualitas dan kecerdasan intelektualnya. Ajaran dan perannya dalam memajukan Islam di Nusantara menjadi warisan yang terus hidup bagi umat.

“Syaikhona Kholil adalah sumber cahaya spiritual dan intelektual dari Madura. Beliau pahlawan sejati yang telah meletakkan dasar-dasar kecintaan pada tanah air,” lanjut Khofifah.

Sedangkan Wakil Bupati Bangkalan,  Moh. Fauzan Ja’far yang hadir turut menyampaikan rasa bangga atas penganugerahan tersebut. Ia menyebut momen ini menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya ulama besar asal Bangkalan mendapat gelar Pahlawan Nasional.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung proses ini. Ini adalah kebanggaan luar biasa bagi masyarakat Bangkalan,” ujarnya.

Fauzan juga mengapresiasi langkah Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan Gubernur Khofifah yang telah mendukung penuh proses usulan hingga gelar tersebut ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Acara tasyakuran turut dihadiri para ahli waris Syaikhona Kholil seperti KH Imron Amin, KH Nasih Aschal, KH Makki Nasir, dan KH Dimyati Muhammad. Selain itu hadir pula Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Rektor Universitas Trunojoyo Madura Safi’, serta Lajnah Thuros Syaichona Cholil yang selama ini aktif menjaga manuskrip peninggalan beliau.

Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional bagi Syaikhona Muhammad Kholil menjadi momen penting bagi masyarakat Madura dan Indonesia. Jejak perjuangannya yang sarat nilai kebangsaan serta kontribusinya dalam membangun tradisi Islam Nusantara kini tercatat secara resmi dalam sejarah bangsa.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.