- Home
-
- Luar Negeri
-
- Museum AS Kembalikan Lukis...
Museum AS Kembalikan Lukisan Buddha Era Dinasti Joseon ke Korea Selatan
Sabtu, 15 Nov 2025, 09:41 WIBSEOUL - Sebuah lukisan Buddha yang berasal dari akhir Dinasti Joseon telah dikembalikan ke Korea Selatan dari Amerika Serikat, setelah 70 tahun dipindahkan dari sebuah kuil setelah Perang Korea 1950â53.
Dikutip dari Yonhap, Museum Seni Metropolitan di New York mengatakan pada hari Jumat (14/11), mereka telah memulangkan "Siwangdo", salah satu dari seri 10 karya yang menggambarkan 10 raja akhirat, ke Kuil Sinheung di kota pesisir timur Sokcho.
Dilukis pada tahun 1798 di masa Dinasti Joseon (1392-1910), karya tersebut diperkirakan diambil secara ilegal dari Myeongbujeon kuil, aula yang didedikasikan untuk 10 raja, pada tahun 1954, ketika Korea berada di bawah administrasi militer AS.
Survei tahun 1942 oleh pemerintah jenderal Jepang di Korea mencatat keberadaan lukisan tersebut di kuil tersebut, dan keberadaannya juga didokumentasikan dalam foto-foto yang diambil oleh perwira militer AS antara tahun 1953 dan 1954.
Enam panel dari set "Siwangdo" dikembalikan ke Korea pada tahun 2020 dari Museum Seni Daerah Los Angeles (LACMA), tetapi empat panel, termasuk yang baru dipulangkan, masih berada di luar negeri.
Lukisan itu, berukuran panjang 116,8 sentimeter dan lebar 91,4 cm, menggambarkan raja ke-10 dan terakhir yang menghakimi orang mati menurut kepercayaan Buddha.
Pengembalian tersebut dimungkinkan melalui kerja sama antara Yayasan Warisan Budaya Korea di Luar Negeri, Ordo Jogye Buddhisme Korea, Kuil Sinheung dan kelompok masyarakat setempat yang mengkampanyekan pemulihan aset budaya yang dibawa ke luar negeri.
Lee Sang-rae, yang memimpin kelompok aktivis yang berbasis di Sokcho, mengatakan lukisan itu "tampaknya dibawa ke AS sekitar tahun 1954, setelah Perang Korea."
Met mengakuisisi panel tersebut pada tahun 2007. Pejabat Temple dan aktivis sipil mengidentifikasi karya tersebut di situs web museum dan memulai diskusi formal untuk mengembalikannya pada tahun 2023 setelah memverifikasi asal-usulnya.
"Lukisan 'Siwangdo' yang dipegang oleh LACMA dan Met tampaknya telah dibawa keluar negeri pada waktu yang berbeda," kata Lee. "Kami menyiapkan berbagai materi untuk membuktikan bahwa lukisan itu berasal dari Kuil Sinheung dan untuk mengklarifikasi waktu pemindahannya."
Mengenai bagaimana kedua museum mendapatkan panel tersebut, ia mengatakan: "Awalnya kami mengira panel-panel itu dimiliki oleh pemilik yang sama sebelumnya, tetapi ternyata tidak. Kami berencana untuk terus mencari tiga karya yang tersisa."
Enam panel "Siwangdo" yang sebelumnya dipulangkan masih disimpan di Kuil Sinheung. Karya yang baru dikembalikan akan ditempatkan di sampingnya, dan para pejabat akan mempertimbangkan opsi untuk dipamerkan kepada publik di masa mendatang.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.