Bank Indonesia: Provinsi Jabar Jadi Lokomotif Investasi Nasional

Sabtu, 15 Nov 2025, 07:01 WIB

BANDUNG - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Barat (Jabar), menyebut Provinsi Jabar dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi episentrum investasi Indonesia dan memainkan peran krusial sebagai lokomotif investasi yang menopang ekspansi ekonomi nasional.

Salah satunya, lewat gelaran West Java Investment Summit (WJIS) edisi ketujuh ini (2025), Pemerintah Provinsi Jawa Barat menawarkan 104 proyek bernilai total Rp186,29 triliun dan telah mengantongi 14 komitmen kerja sama.

Ket. Foto: Plh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat Achris Sarwani saat ajang WJIS 2025 di Bandung, Jabar, Jumat (14/11). — Sumber: antara foto

"Investasi di Jawa Barat punya peran sangat signifikan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan, termasuk penyediaan lapangan kerja," kata Plh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat Achris Sarwani saat ajang WJIS 2025 di Bandung, Jabar, Jumat (14/11).

Jawa Barat, kata Achris memainkan peran krusial sebagai kontributor utama perekonomian nasional, yang terbukti dengan predikat sebagai daerah dengan target investasi nasional tertinggi, yakni Rp271 triliun.

Jabar juga meraih Anugerah Layanan Investasi dua tahun berturut-turut sebagai provinsi terbaik dalam layanan perizinan terintegrasi.

Dengan rangkaian prestasi tersebut, BI menilai WJIS 2025 akan menjadi tonggak penguatan ketahanan ekonomi Jabar sekaligus perluasan peluang usaha baru bagi pelaku industri.

Achris mengungkapkan capaian Jabar membuat pemerintah pusat berencana menaikkan target investasi provinsi itu hingga Rp340 triliun, sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi menuju 8 persen dalam empat tahun ke depan.

"Jumlah itu tidak kecil, tapi itu untuk mencapai target pertumbuhan Jawa Barat yang diharapkan sudah mendekati 6 persen, sehingga pada 2028 sesuai Astacita Presiden Prabowo, bisa ke 8 persen. Angka-angka ini menjadi patokan kita, salah satunya melalui WJIS," ucapnya.

Achris menegaskan WJIS bukan sekadar forum investasi, melainkan simbol komitmen bersama untuk menempatkan Jawa Barat sebagai pusat investasi hijau dan inklusif di Asia Tenggara.

"Ini posisi yang semakin dicari investor global di tengah transisi ekonomi berkelanjutan," tuturnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.