Menperin: 2027 RI Produksi Mobil Nasional

Jumat, 14 Nov 2025, 02:10 WIB

JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan Indonesia sebentar lagi memiliki mobil nasional (mobnas). Dalam rencananya PT. Pindad (Persero) akan memulai produksi sekitar dua tahun lagi, tepatnya pada tahun 2027.

Hal itu disampaikan Menperin Agus dalam bincang bincang bersama Forum Wartawan Industri (Forwin) di Jakarta, Kamis (13/11).

Ket. Foto: Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita — Sumber: Antara/Kemenperin

Dia menegaskan, banyak hal detail yang telah dibahas Kemenperin bersama Pindad, yang bersifat strategis demi menyiapkan dan mewujudkan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia bisa segera memiliki mobnas.

"Soal mobnas sudah ada pembahasan Kemenperin selaku pembina industri otomotif dengan Pindad. Mobnas kita proyeksikan akan produksi pada tahun 2027," ungkap Menperin Agus kepada media.

Dalam pembahasan dengan industri manufaktur dan pertahanan (BUMN/Pindad) itu, beberapa hal penting yang dibahas termasuk jenis kendaraan. Pindad bahkan bakal mengundang mitra lain untuk mengembangkan mobnas.

Rincian lainnya yang turut dibahas Kemenperin bersama Pindad termasuk pricing strategy seperti apa, juga berkaitan dengan marketing strategy, termasuk di dalamnya adalah after sales service.

Hal lainnya juga termasuk sumber pembiayaannya dari mana.

"Sumber finance-nya dari mana untuk membiayai proyek ini juga kita bahas termasuk juga teknologinya, sehingga dalam penilaian kami di Kemenperin dari pertemuan Kemenperin dengan Pindad itu bisa kami simpulkan sementara bahwa Pindad siap," tegas Menperin.

Dia menekankan pula bahwa konsep yang disiapkan Pindad cukup lengkap sehingga lembaga pembina industri itu (Kemenperin) optimistis dengan konsep yang disiapkan Pindah. Proyek mobil nasional ini diyakini akan berjalan dengan baik.

Adapun Kemenperin sepenuhnya memberikan penawaran agar program ini bisa berjalan dengan baik. Itu bisa berupa penawaran teknis, dan teknologi, atau bisa berkaitan persiapan lahan.

"Sebab pimpinan industri yang dalam nya ada industri otomotif kami akan sepenuhnya memberikan pengawalan agar pengawalan ini bisa dalam bentuk bantuan dibutuhkan, agar program berjalan baik,"ungkap Menperin Agus.

Secara historis, Indonesia hingga kini belum memiliki mobil nasional yang sepenuhnya dikembangkan dan diproduksi secara independen dari awal hingga akhir. Proyek-proyek sebelumnya, seperti Timor dan Esemka, menghadapi berbagai tantangan dan belum mencapai kemandirian industri otomotif yang utuh.

Namun, saat ini pemerintah Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto sedang menghidupkan kembali proyek ambisius ini. Menperin Agus optimistis dengan rencana besar ini.

Lokasi Disiapkan

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menyiapkan lokasi pasti pembangunan pabrik mobil nasional, namun sejauh ini Pindad belum memberitahu persisnya lokasi tersebut. BUMN itu mengatakan penetapan lokasi tidak bisa dilakukan tergesa-gesa karena membutuhkan kajian menyeluruh dari berbagai aspek industri dan logistik.

Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, menerangkan keputusan mengenai lokasi dan desain lahan pabrik harus melalui proses studi yang matang. Hal ini terangny penting agar pabrik tersebut memiliki efisiensi optimal dalam jangka panjang, baik dari sisi rantai pasok maupun pengembangan teknologi

"Kami akan mempergunakan waktu dengan sesuai sebelum menetapkan lokasi pabrik dan juga desain untuk penggunaan lahan yang tepat,” ungkap dia.

Perusahaan itu juga masih menyusun rencana investasi untuk proyek mobil nasional ini. Tim internal disebut telah melakukan kajian serta berdiskusi dengan berbagai pihak guna memastikan kebutuhan anggaran sejalan dengan target skala produksi yang diinginkan. ers/I-1 

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.