- Home
-
- Megapolitan
-
- Perang Melawan TBC! Jakart...
Perang Melawan TBC! Jakarta Siapkan Kampung Siaga di Setiap RW Hingga 2030
Kamis, 13 Nov 2025, 18:10 WIBJAKARTA -Â Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan seluruh RW di Ibu Kota wajib memiliki Kampung Siaga TBC (Tuberkulosis). Langkah ini menjadi bagian dari strategi eliminasi TBC 2030.
âYa, pokoknya seluruh RW harus ada. Kita ada 267 kelurahan, jadi seluruh RW harus ada (kampung siaga TBC),â kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Balai Kota, Kamis.
Pramono menyebut saat ini kampung siaga TBC sudah ada di 563 kampung. Nantinya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus menambah jumlah tersebut.
Hal itu karena, kata Pramono, semakin banyak kasus TBC ditemukan maka semakin baik. Dengan demikian, masyarakat yang terjangkit penyakit tersebut dapat segera diobati.
âKampung siaga TBC sangat baik sekali di Jakarta,â ujar Pramono.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat gerakan pemberantasan TBC melalui pembentukan Kampung Siaga TBC di seluruh wilayah kota.
Program ini menjadi wadah bagi warga untuk saling mendukung, memberikan edukasi, serta mendampingi pasien yang sedang menjalani pengobatan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati menyebut, pihaknya menargetkan pada 2030, seluruh RW di Jakarta nantinya sudah menjadi Kampung Siaga TBC.
Ani menyebut, Kampung Siaga TBC menjadi salah satu strategi utama Pemprov DKI untuk mencapai target Eliminasi TBC 2030.
Program ini sejalan dengan peningkatan layanan kesehatan, deteksi dini, serta kampanye masif untuk menghapus stigma terhadap penderita TBC.
Berdasarkan data Dinkes DKI per 8 November 2025, tercatat 49.029 kasus TBC di Jakarta, dengan 44.331 kasus atau 90 persen di antaranya telah memulai pengobatan.
Untuk mempercepat penemuan kasus, Dinkes DKI menggencarkan Gerakan Temukan, Obati, Sampai Sembuh (TOSS) TBC serta meluncurkan inovasi digital bernama Jakarta Smart Check and Notify (JakScan).
"Upaya ini kami wujudkan melalui penguatan Gerakan TOSS TBC, perluasan deteksi dini di rumah, sekolah, tempat kerja, dan ruang publik, serta pemanfaatan aplikasi JakScan untuk memudahkan masyarakat melakukan pemeriksaan risiko TBC secara mandiri," jelas Ani.
Melalui aplikasi JakScan, warga dapat mengidentifikasi risiko TBC lebih cepat dan mendapatkan panduan untuk pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan.
Selain di tingkat komunitas, Pemprov DKI juga menggelar kampanye TOSS TBC di area hari bebas kendaraan bermotor (HBKB/car free day/CFD) sebagai upaya memperluas edukasi publik.
Kegiatan ini menghadirkan tenaga kesehatan dan relawan untuk memberikan informasi langsung mengenai pencegahan dan pengobatan TBC.
- pramono anung
- pemprov dki jakarta
- tbc
- kampung siaga
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Analis: Mundurnya Ketua Jadi Langkah OJK Jaga Kredibilitas
-
Jelang Hari Raya Idul Fitri, Bulog Yogyakarta Lakukan Stabilisasi Harga Pangan di Pasar
-
Bayar Utang Atau Zakat Fitrah, Mana yang Harus Didahulukan? Ini Kata Kemenag DKI
-
Gubernur Pramono Sentil Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral Baru Perbaiki Jalan Rusak
-
Oscar Pensiun di Usia 34 Tahun, Masalah Jantung Akhiri Karie
-
BMKG: Curah Hujan di NTB Masih Tinggi pada Awal Februari 2026
-
BRIN Siapkan SDM untuk Operasikan PLTN Pertama pada 2032
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.