Gubernur Mengeluhkan Sopir Jaklingko Ugal-ugalan, Hari Ini Menabrak Motor hingga Tewas

Rabu, 12 Nov 2025, 13:16 WIB

JAKARTA – Mungkin sudah terlambat bagi Transjakarta untuk memperbaiki perilaku ugal-ugalan sopir-sopir Jaklingko sebagaimana diminta Gubernur Jakarta Pramono Anung, sehingga hari ini sopir Jaklingko melindas pemotor hingga tewas.

Seorang pengendara sepeda motor tewas setelah terlindas angkot Jaklingko di Jalan Raya Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Rabu pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Korban berinisial RJ merupakan warga Gang Serut, Pondok Ranggon yang tengah mengendarai sepeda motor bernomor polisi B 4531 TBV dari arah Cipayung menuju Pondok Ranggon.

Ket. Foto: sopir jaklingko banyak ugal-ugalan — Sumber: ist

Sopir angkot Jaklingko jurusan PGC-Cilangkap, Saptani, Rabu​, yang tengah membawa penumpang dari arah Cipayung menuju Pondok Ranggon mengaku tidak mengetahui bahwa korban sudah terjatuh di depan kendaraannya. "Saya tidak sadar kalau ada motor jatuh di depan. Begitu dengar teriakan warga, saya langsung berhenti," katanya. Berdasarkan keterangan di lokasi, sesampainya di tempat kejadian, korban berusaha menyalip sepeda motor lain.

Coba masuk akalkah, sopir tidak tahu menabrak motor! Korban tersenggol Jaklingko hingga masuk ke kolong angkot Jaklingko B 1826 WV yang tengah melintas. Tubuh korban terseret sekitar lima meter sebelum akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian. Korban mengalami luka parah di bagian kepala, hidung, wajah, tangan, perut, dan kaki.

Peristiwa tersebut sempat menyebabkan kemacetan panjang di sepanjang Jalan Raya Cilangkap, baik dari arah Cipayung maupun Pondok Ranggon. Unit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Timur yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah korban ke RS Polri Kramat Jati untuk kepentingan autopsi.

Minta Diperbaiki

Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo sudah berkali-kali minta PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) untuk memperbaiki kualitas pramudi Mikrotrans atau JakLingko. “Kami juga akan melakukan pembenahan untuk JakLingko. Karena sering kali keluhannya di JakLingko ini kayak punya mobil sendiri, bawa keluarganya, ngebut dan sebagainya,” kata Pramono saat dijumpai di Cawang, Jakarta Timur, Senin.

Pramono menyebut, setelah mendiskusikan hal itu bersama Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza, pihak Transjakarta nantinya akan melakukan peremajaan kepada 1.000 orang pramudi JakLingko.

“Pak Dirut tadi menyampaikan nanti akan melakukan perbaikan peremajaan 1.000 orang pengemudi untuk JakLingko supaya mereka lebih tertata dan saya menyetujui untuk itu,” ungkap Pramono.

Sebelumnya, Pramono sempat merespon keluhan warganet atau netizen yang mengaku sering mendapati pramudi JakLingko yang kurang profesional. Hal itu antara lain, contohnya membawa keluarganya ikut bekerja di dalam mobil JakLingko hingga ugal-ugalan di jalan.

Atas keluhan tersebut, masyarakat pun mengusulkan agar sebaiknya JakLingko yang sebelumnya gratis nantinya bisa dipungut tariff. Hal ini diharapkan pramudi JakLingko tak lagi berlaku seenaknya yang kerap membuat penumpang tak nyaman. “Nggak boleh terjadi, tetap harus bekerja profesional,” jelas Pramono.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.