Pemkab Agam All Out Dukung Pengembangan Objek Wisata Garuda Mas

Minggu, 09 Nov 2025, 21:50 WIB

LUBUK BASUNG – Pengembangan objek wisata di daerah memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Selain menjadi sumber devisa dan pendapatan asli daerah, sektor pariwisata juga dapat menggerakkan sektor lain seperti UMKM, transportasi, dan industri kreatif.

Ket. Foto: Ilustrasi - Objek wisata Garuda Mas. — Sumber: Istimewa.

Namun, pengembangannya perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan daya dukung lingkungan, pelibatan masyarakat lokal, serta promosi yang efektif agar destinasi tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah.

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat memberikan dukungan untuk pengembangan Objek Wisata Garuda Mas di Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, karena memiliki potensi yang cukup bagus untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata.

"Saya mendukung destinasi wisata ini dikembangkan dengan baik untuk menarik pengunjung ke lokasi," kata Sekretaris Daerah Agam Muhammad Lutfi AR di Lubuk Basung, Minggu (9/11).

Ia mengatakan potensi di Objek Wisata Garuda Mas cukup bagus, memiliki sungai, lapangan yang luas untuk perkemahan, ada ruang pertemuan, penginapan dan dekat dari jalan kabupaten menghubungkan Manggopoh menuju Garagahan Kecamatan Lubuk Basung.

Selain itu, objek wisata tersebut merupakan satu-satunya yang dimiliki Ibukota Agam.

"Kita sangat bersyukur adanya objek wisata ini di Lubuk Basung. Objek wisata tersebut tinggal pembenahan dan melengkapi sarana lainnya agar pengunjung bisa betah di lokasi," katanya.

Ke depan, tambahnya objek wisata ini bakal dipromosikan, sehingga kunjungan akan ramai yang berdampak terhadap ekonomi masyarakat sekitar.

"Apabila ada program kepariwisataan maupun kegiatan yang lainnya, bakal diarahkan ke sini," katanya.

Sementara Pengelola objek Wisata Garuda Mas, Edi Sutiawarman menambahkan objek wisata tersebut memiliki luas sekitar satu hektare dengan fasilitas mushalla, ruang pertemuan, homestay atau penginapan, lokasi kemping dan lainnya.

"Objek wisata dibangun semenjak beberapa tahun lalu dalam meramaikan kampung halaman," katanya.

Ia mengakui lokasi tersebut ramai dikunjungi setiap Sabtu, Minggu dan hari libur nasional.

Pengunjung tidak dipungut biaya masuk dan sesampai di lokasi bisa menikmati air sungai sembari memberi makan ikan garing.

Namun kondisi jalan masuk ke lokasi sekitar 600 meter belum diaspal dan berharap pemerintah setempat untuk mengaspal jalan itu.

"Ini harapan saya ke Pemkab Agam, sehingga arus lalu lintas menjadi lancar menuju objek wisata," katanya.

  • Objek Wisata Garuda Mas

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.