RI Harus Manfaatkan Meningkatnya Konsumsi Kopi Korsel

Sabtu, 08 Nov 2025, 23:50 WIB

JAKARTA-Perwakilan perdagangan (perwadag) RI di Korea Selatan bersinergi dengan Pemerintah Kota Goyang untuk mendorong pemasaran kopi Indonesia di Korea Selatan (Korsel).

Sinergi ini diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kepala Indonesia 

Ket. Foto: Disela sela penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Busan Husodo Kuncoro Yakti dan Wali Kota Goyang Lee Dong-hwa. Penandatanganan dilakukan pada Kamis, (6/11) di Distrik Ilsan, Goyang, Korea Selatan — Sumber: istimewa

Trade Promotion Center (ITPC) Busan Husodo Kuncoro Yakti dan Wali Kota Goyang Lee Dong-hwa. Penandatanganan dilakukan pada Kamis, (6/11) di Distrik Ilsan, Goyang, Korea Selatan.

Menurut Husodo, konsumsi kopi Indonesia di Negeri Ginseng akan didorong dengan memanfaatkan 

kebijakan Pemerintah Kota Goyang. Saat ini, Pemerintah Kota Goyang sedang berusaha menjadikan Goyang sebagai pusat distribusi kopi di Korsel pada 2028. 

Dengan konsumsi kopi di Korsel yang terus meningkat, eksportir kopi Indonesia akan dapat memanfaatkan pusat distribusi kopi yang dimiliki Kota Goyang secara maksimal.

Oleh karena itu, MoU kali ini menjadi simbol dukungan ITPC Busan dan Kedutaan Besar RI di Seoul kepada Pemerintah Kota Goyang untuk 

mendirikan pusat distribusi kopi.

“Konsumsi kopi di Korsel yang terus bertambah tiap tahunnya akan menjadikan rencana mendirikan pusat distribusi kopi di Goyang sangat membantu bagi pemasaran kopi dari Indonesia. Kami harap, adanya pusat distribusi kopi di Goyang ini dapat mendongkrak konsumsi kopi Indonesia 

di Korea Selatan,” kata Husodo.

Husodo menambahkan, Indonesia merupakan negara pertama yang digandeng Pemerintah Kota Goyang untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Saat ini, Indonesia menduduki posisi ke-13 sebagai pemasok kopi di Korea Selatan.

Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Seoul Marviana Sendi turut hadir dalam penandatanganan MoU tersebut. Ia mengatakan, terjalinnya MoU ini menjadi kesempatan besar untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar kopi Korsel.

 “MoU ini merupakan kesempatan bagus untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar kopi Korea Selatan. Selain itu, MoU ini menjadi pintu masuk untuk cakupan 

kerja sama yang lebih luas lagi dengan Goyang Special City,” ungkap Marviana.

Goyang Special City telah menunjuk salah satu organisasi kopi di Korea Selatan, yaitu Good Neighbors sebagai pelaksananya. Good Neighbors akan memberikan pendampingan dan 

peningkatan kapasitas sumber daya manusia. ITPC Busan akan bekerja sama dengan Good Neighbors dalam berbagai upaya promosi untuk memasarkan kopi yang didatangkan dari Indonesia.

Good Neighbors akan bekerja sama dengan salah satu koperasi produsen kopi di Indonesia, yaitu Koperasi Enrekang Timur Kasiturutan (ETIKA) di Sulawesi Selatan sebagai pemasok kopi. Koperasi ETIKA yang terletak di Enrekang, Sulawesi Selatan ini beranggotakan 796 orang petani kopi.

Total perdagangan nonmigas Indonesia dengan Korea Selatan pada 2024 mencapai 20,13 miliar dollar AS. Nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Korea Selatan tercatat sebesar 9,12 miliar dollar AS, sedangkan nilai impor nonmigas Indonesia dari Korea Selatan adalah 8,62 miliar dollar AS.

Tren perdagangan nonmigas kedua negara meningkat pada periode lima tahun terakhir (2020—2024) sebesar rata-rata 8,84 persen per tahun. Tren nilai ekspor nonmigas Indonesia ke KoreaSelatan pada periode tersebut juga meningkat rata-rata 11,09 persen per tahun. 

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.