Waduh, Bocah Hilang di Hutan Belum Ketemu. Semoga Tidak Diterkam Binatang Buas
Jumat, 07 Nov 2025, 18:59 WIBBANJARMASIN â Orangtua perlu terusmenjaga anak kecil jangan sampai lepas dari pengawasan sehingga hilang. Tim SAR gabungan menyisir kawasan hutan dan sungai mencari seorang balita perempuan bernama Arianti (2,5) yang diduga hilang di Desa Malinau, Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana di Banjarmasin, Jumat, mengatakan berdasarkan informasi, korban terakhir terlihat saat bermain bersama kakaknya di sekitar halaman rumah tetangga di Dusun Bidukun RT 3 pada Kamis (6/11) sekitar pukul 16.00 Wita
âSetelah itu, korban tidak lagi terlihat dan dinyatakan hilang. Upaya pencarian awal dilakukan oleh warga desa hingga pukul 23.30 Wita, dengan melakukan penyisiran ke rumah-rumah penduduk dan aliran sungai di sekitar lokasi,â ujar dia.
Namun, Putu mengatakan hingga malam hari hasilnya masih nihil sehingga warga melaporkan kejadian ke petugas dan diteruskan ke Kantor SAR Banjarmasin. âKami telah mengerahkan personel gabungan untuk mempercepat proses pencarian, tim gabungan melibatkan berbagai unsur SAR,â tuturnya.
Putu meminta tim di lapangan melakukan penyisiran secara optimal agar balita yang menjadi korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Ia juga mengimbau masyarakat setempat untuk tetap waspada dan segera melapor apabila menemukan tanda-tanda yang berkaitan dengan keberadaan balita tersebut.
 âInformasi terbaru hasil pencarian akan kami sampaikan secara berkala, semoga segera ditemukan,â ujar Putu. Semoga cepat ketemu. Jangan sampai diterkam binatang buas.
Evakuasi
Sementara itu, Tim SARÂ gabungan mengevakuasi mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Semarang, korban terakhir yang hanyut di Sungai Jolinggo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada Selasa (4/11).
"Ditemukan pada Rabu (5/11) malam di jarak sekitar 10 kilometer dari lokasi pertama kali dilaporkan hilang," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Semarang Budiono di Semarang, Kamis.
Menurut dia, evakuasi dilakukan setelah petugas memperoleh laporan dari warga yang melaporkan penemuan jasad di tepian sungai. Setelah dilakukan pengecekan, lanjut dia, dipastikan jasad tersebut adalah Nabila Yulian Dessi Pramesti, korban terakhir dalam kejadian nahas tersebut.
Dengan demikian, kata dia, enam mahasiswa UIN Semarang yang hanyut saat bermain di Sungai Jolinggo, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, seluruhnya telah ditemukan.
Adapun enam identitas korban dalam peristiwa tersebut masing-masing Riska Amelia (21) asal Kab. Pemalang , Nabila Yulian Dessi Pramesti (21) Kabupaten Bojonegoro, Syifa Nadilah (21) asal Kabupaten Pemalang, Muhammad Jibril Asyarafi (21) asal Kabupaten Jepara, Bima Pranawira (21) asal Kabupaten Gresik, serta Muhammad Labib Rizqi (21) asal Kota Pekalongan.
Sebelumnya, enam mahasiswa UIN Semarang yang sedang menjalani KKN hanyut di Sungai Jolinggo pada Selasa (4/11) siang. Peristiwa itu bermula ketika sejumlah mahasiswa bermain air di tubing Genting Jalinggo di Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal. Saat kejadian, kondisi arus sungai cukup kuat akibat hujan deras di bagian hulu.
- anak hilang
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Indonesia Lolos ke Semifinal Piala AFF U-23 2025 Sebagai Juara Grup
-
Peringati Hari Anak Nasional, Joyday Edukasi Perlindungan Diri Melalui Gerakan Tari
-
Pemulangan PMI Setelah Jalani Proses Keimigrasian di Malaysia
-
Gubernur Pramono Anung Resmikan Lomba Digitalisasi Pasar di Pasar Mayestik
-
Hilang Sejak Maret, Alvaro Belum Juga Ditemukan, Kakek Duga Diculik
-
Anak Hilang Alvaro Ditemukan Tinggal Kerangka, Polisi Lakukan Tes DNA
-
BMKG: Kemarau Basah Diprediksi Bertahan hingga Oktober 2025
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.