Pria Jatuh Pingsan di Belakang Presiden AS saat Konferensi Pers Gedung Putih

Jumat, 07 Nov 2025, 10:19 WIB

WASHINGTON DC - Seorang pria pada hari Kamis (6/11) tiba-tiba jatuh pingsan di belakang Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam konferensi pers di Ruang Oval dengan perusahaan farmasi untuk memperluas cakupan dan mengurangi harga untuk pengobatan obesitas populer Zepbound dan Wegovy.

Dari Newsweek, para petugas bergegas menolongnya setelah ia pingsan, dan Administrator Pusat Layanan Medicare dan Medicaid, Mehmet Oz, menopang kepalanya saat ia diturunkan ke lantai.

Ket. Foto: Trum tampak kaget dan para petugas bergegas menolongnya setelah ia pingsan, menopang kepalanya saat ia diturunkan ke lantai. — Sumber: Istimewa

Penyebabnua belum diketahui. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa pria tersebut adalah tamu dari salah satu perusahaan layanan kesehatan yang hadir, Eli Lilly dan Novo Nordisk.

Leavitt mengatakan dalam sebuah pernyataan, "Saat Pengumuman di Ruang Oval Most Favored Nations, seorang perwakilan dari salah satu perusahaan pingsan. Unit Medis Gedung Putih segera bertindak, dan pria itu baik-baik saja. Konferensi Pers akan segera dilanjutkan."

Sekitar satu jam kemudian, Trump melanjutkan acara pemberian obat penurun berat badan setelah peserta pingsan. Pria itu tidak kembali ke Ruang Oval. Trump mengatakan pria itu merasa pusing tetapi sekarang baik-baik saja.

Ppada hari Kamis, Presiden Trump mengumumkan kesepakatan dengan perusahaan farmasi Eli Lilly dan Novo Nordisk untuk memperluas cakupan Medicare dan menurunkan harga obat obesitas populer, Zepbound dan Wegovy. Obat-obatan tersebut, yang dikenal sebagai agonis reseptor GLP-1, telah melonjak permintaannya tetapi masih mahal — sekitar 500 dolar AS per bulan — dengan cakupan asuransi yang terbatas. Berdasarkan kesepakatan tersebut, Medicare akan mulai menanggung obat-obatan untuk obesitas tahun depan, dan versi pil baru dapat berharga 149 dolar AS  per bulan jika disetujui.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Trump yang lebih luas untuk mengatasi kekhawatiran pemilih tentang tingginya biaya hidup dan harga obat resep menjelang pemilihan paruh waktu tahun depan. Para pejabat mengatakan beberapa pengurangan harga juga akan berlaku bagi pasien tanpa asuransi melalui program TrumpRx yang baru, mulai dari 350 dolar AS dan turun menjadi 245 dolar AS dalam dua tahun. Eli Lilly dan Novo Nordisk mengonfirmasi bahwa mereka akan menawarkan dosis diskon, meskipun masih belum jelas berapa banyak penghematan yang akan diperoleh konsumen.

Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, Robert F. Kennedy Jr., memuji kesepakatan tersebut, menyebut obesitas sebagai "penyakit kemiskinan". Trump mengatakan rencana tersebut akan "menyelamatkan nyawa" dan "meningkatkan kesehatan jutaan orang", memposisikannya sebagai langkah penting untuk membuat perawatan penurunan berat badan yang efektif lebih mudah diakses oleh warga Amerika.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Harga Cabai Rawit Rp67.350/Kg, Telur Ayam Rp29.350/Kg

Sebanyak 16 Perusahaan Masih Jaring Pencari Kerja di Job Fair Online

Pemuda.ai Diluncurkan, Dorong Penguatan Ekosistem AI Nasional

Harga Kakao Kering di Lebak Mengalami Kenaikan hingga Tembus Rp60 Ribu/Kg

Investor Qatar Bidik Lahan Kampung Bandan untuk Proyek Perumahan

PT Telkom Indonesia Nyatakan Konektivitas Digital Pascagempa NTT Sudah Pulih 100 Persen

Hingga Agustus, Samsat Palu Catat Realisasi PKB Rp50,72 Miliar

Mentan Andi Amran Sulaiman Copot 14 Pejabat Kementan, Diduga Terlibat Penyimpangan Uang Miliaran

3,6 Ton Daging Tanpa Dokumen Digagalkan di Pelabuhan Merak, Langsung Dimusnahkan.

Jelang MotoGP Mandalika 2026, Pemkab Lombok Tengah Bentuk Satgas Pengawasan Akomodasi.

Akibat Korsleting Listrik, Sebuah Rumah di Matraman Jakarta Timur Terbakar

Ekspor Perikanan Batam ke Singapura Capai 3.678 Ton, Nilainya Rp125 Miliar.

Mataram Siapkan 60.000 Benih Ikan Nila, Dorong Ketahanan Pangan Masyarakat.

Berikut Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian yang Kompak Turun pada Rabu (19/8)

Harga Pupuk Turun 20 Persen, Petani Sumedang Rasakan Biaya Produksi Lebih Ringan.

Harga Emas Antam Anjlok Rp50.000 Menjadi Rp2,645 Juta/Gr pada Rabu (19/8)

TelkomGroup Pulihkan 100 Persen Layanan Telekomunikasi Pascagempa NTT

Menaker: Jaminan Sosial Harus Jadi Jalan Menuju Kemandirian Ekonomi Keluarga Pekerja.

PT Pertamina Patra Niaga Bantu 35.000 Lt Air Bersih untuk Warga Maumere

Pameran SBY Art Community 2026 Jadi Jembatan Seni Jakarta dan Berlin

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.