Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Ekonomi Pesisir, KKP Gulirkan Rencana Aksi Perikanan Rakyat

📅 Jumat, 07 Nov 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Perkuat Ekonomi Pesisir, KKP Gulirkan Rencana Aksi Perikanan Rakyat Doc: istimewa
Ket. Sektor Kelautan - KKP Siapkan Rencana Aksi Perikanan Rakyat

JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meluncurkan rencana aksi nasional pengelolaan perikanan skala kecil (RAN-PPSK) sebagai pedoman dalam memperkuat tata kelola perikanan tangkap yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan kecil di Indonesia. RAN-PPSK merupakan dokumen strategis yang menegaskan arah kebijakan nasional selaras dengan FAO SSF Guidelines dan UU Nomor 7 Tahun 2016, untuk perlindungan dan pemberdayaan nelayan kecil, penguatan tata kelola kolaboratif, peningkatan nilai rantai pasok, serta pelaksanaan yang terukur.

“Ukuran RAN-PPSK bukan pada tebalnya dokumen, tetapi pada perubahan yang dirasakan nelayanseperti pendapatan yang lebih pasti, keselamatan kerja yang lebih baik, mutu hasil yang meningkat, ekosistem yang pulih, dan ketahanan pangan yang makin kuat,” jelas Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, Hendra Yusran Siri dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (6/11).

Sebagai negara produsen ikan terbesar kedua di dunia, Indonesia mencatat sekitar 95 persen hasil tangkapan ikan nasional berasal dari perikanan skala kecil. Perikanan skala kecil juga menjadi tulang punggung ekonomi pesisir, penyedia protein ikan bergizi, sekaligus sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat di berbagai daerah.

Sekretaris Ditjen Perikanan Tangkap Ridwan Mulyana mengatakan di balik kontribusi besar tersebut, komunitas nelayan kecil masih menghadapi tantangan serius, mulai dari keterbatasan akses permodalan, infrastruktur, hingga pengakuan atas perannya dalam rantai nilai perikanan.

“RAN-PPSK hadir sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk mengubah kondisi tersebut melalui kebijakan yang lebih inklusif, terarah, dan terukur yang merupakan bentuk sinergi dan kolaboratif dari pemerintah pusat dan daerah, mitra pembangunan KKP, dunia usaha dan komunitas nelayan. Ini juga sejalan dengan program prioritas nasional saat ini yang sedang berjalan yaitu pembangunan kampung nelayan merah putih,” ungkapnya.

Akses Pasar

Sementara itu, Direktur Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Mahrus menambahkan RAN-PPSK disusun mengacu pada Voluntary Guidelines for Securing Sustainable Small-Scale Fisheries in the Context of Food Security and Poverty Eradication (SSF Guidelines) yang diadopsi oleh FAO pada 2014. “RAN-PPSK akan memperkuat perlindungan sosial, akses pasar, dan pemberdayaan ekonomi nelayan. Semua pihak harus terlibat aktif agar manfaatnya benar-benar dirasakan di lapangan,” ujarnya.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam berbagai kesempatan menyampaikan perlindungan dan pemberdayaan nelayan kecil menjadi prioritasnya. Terdapat 5 program untuk mewujudkannya, salah satunya melalui penangkapan ikan terukur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.