Ngopi Sepuluh Ewu untuk 100 Kilogram Kopi di Banyuwangi

Jumat, 07 Nov 2025, 02:03 WIB

BANYUWANGI – Inilah kesempatan bagi penggemar kopi, khususnya masyarakat Banyuwangi. Sebab Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menyiapkan satu kuintal (100 kg) kopi robusta. Kopi disiapkan dalam agenda “Festival Ngopi Sepuluh Ewu 2025” yang akan digelar di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Sabtu (8/11) malam.

Ketua Panitia Festival Ngopi Sepuluh Ewu 2025 Moh Edy Saputro mengatakan tradisi tahunan itu menjadi bagian dari Banyuwangi Festival (B-Fest) yang menyuguhkan ngopi massal dan sekaligus menampilkan kekayaan budaya masyarakat Osing.

Ket. Foto: sedu kopi — Sumber: ist

"Kopi itu nanti akan kami sebar ke warga yang tinggal di kanan-kiri jalan sebelum festival," ujarnya di Banyuwangi, Kamis. Edy menyampaikan bahwa satu kuintal kopi robusta yang dibeli dari pelaku UMKM kopi Banyuwangi untuk mendukung ekonomi lokal, nantinya bubuk kopi dikemas dan dibagikan kepada warga untuk disajikan kepada tamu dan pengunjung di acara festival tersebut.

Menurutnya, kopi dan gula akan dibagikan ke setiap meja dengan dua kali suplai, pertama sebelum acara dimulai dan kedua sekitar 30 menit saat acara berlangsung. Saat Festival Ngopi Sepuluh Ewu, kata Edy, jalan utama Desa Kemiren akan ditutup total dan sebanyak 300 meja dan kursi disiapkan sepanjang jalan.

"Setiap tahun ribuan warga dan wisatawan memadati Desa Kemiren untuk menikmati kopi gratis sambil merasakan suasana malam kental dengan budaya Osing," katanya. Meskipun Desa Kemiren bukan penghasil kopi, namun warga desa itu memiliki tradisi dalam menyuguhkan kopi. Setiap keluarga di desa adat ini memiliki cangkir keramik yang diwariskan turun-temurun.

"Ketika seorang perempuan menikah, dia akan mendapat warisan berupa cangkir dan perlengkapan pecah belah dari orang tuanya," kata Edy. Ia menambahkan, tradisi ngopi sepuluh ewu ini mencerminkan nilai luhur masyarakat Osing, suguh, gupuh, lungguh, falsafah yang berarti tamu disambut dengan suguhan, keramahan, dan penghormatan. "Jadi, kebiasaan menyuguhkan kopi ini adalah wujud dari jati diri warga Kemiren yang menjunjung tinggi nilai keramahan dan kebersamaan," kata Edy.

Dukungan Pemprov Jakarta

Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, termasuk industri kopi melalui pemberian dukungan bagi talenta muda. Upaya lainnya, yakni perluasan akses pasar bagi UMKM serta pengembangan "coffee tourism corridors" yang memperkenalkan pengalaman kopi khas Jakarta dan Indonesia ke dunia.

“Pemprov DKI ingin memastikan setiap biji kopi membawa kesejahteraan bagi petani, pelaku usaha dan masyarakat luas," kata Wakil Gubernur (Wagub) Jakarta Rano Karno saat membuka "Jakarta International Coffee Conference (JICC) 2025" di Jakarta Pusat, Kamis.

Rano mengajak berbagai pihak untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor agar kopi Indonesia semakin dikenal, bernilai dan dicintai, baik di tingkat nasional maupun global. Salah satunya melalui perhelatan "JICC 2025".Rano menyampaikan, Jakarta bangga menjadi tuan rumah ajang "JICC 2025" karena mempertemukan para pelaku kopi dari hulu hingga hilir.

Momentum ini, menurut dia, menjadi sarana berbagi gagasan, membangun jejaring serta memperkuat ekosistem kopi yang inklusif, inovatif dan berdaya saing global. Penyelenggaraan "JICC 2025" menunjukkan kesiapan Jakarta menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional dan internasional. "Ini juga menegaskan peran Jakarta sebagai kota global yang kolaboratif, kompetitif, dan berkelanjutan,” katanya.

Rano yang juga pecinta kopi, kemudian mengemukakan pandangannya tentang filosofi di balik secangkir kopi. Menurut dia, setiap cangkir kopi menyimpan perjalanan panjang, tentang dedikasi para petani, proses yang teliti serta seni dan inspirasi yang lahir dari aroma dan rasa yang khas. "JICC 2025" berlangsung hingga 8 November 2025 yang menghadirkan berbagai acara seperti konferensi (conference) yang mengundang pembicara inspiratif dari dalam dan luar negeri.

Kemudian, ruang edukasi dan pengembangan kapasitas pelaku industri, karya dan inovasi kreatif dalam dunia kopi, ajang bergengsi bagi para barista terbaik serta ruang promosi dan jejaring bisnis bagi pelaku usaha. Tak hanya itu, kegiatan itu juga menghadirkan pengalaman musik dan relaksasi yang memadukan kopi, kreativitas dan komunitas bagi pengunjung.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

IQAir: Kualitas Udara di Jakarta saat Peringatan HUT RI Ternyata Tak Sehat

Bantu Korban di NTT, PT Pertamina Patra Niaga Donasikan Rp81/lt Tiap BBM

Tak Sabar Lihat Aksinya? Ini Formasi Lengkap Paskibraka Indonesia Berdaulat

Belajar dari Gempa NTT, BPBD Lebak Ajak Warga Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Gempa  ‎

PLN Gerak Cepat! 11 Gardu Induk Utama Listrik Flores Berhasil Dipulihkan

Bikin Haru! Polres Bogor Renovasi 21 Rumah Warga untuk Rayakan HUT RI

Mensesneg: Presiden Prabowo Pertimbangkan ke NTT untuk Tinjau Penanganan Gempa

HUT RI Makin Meriah! Ma’ruf Amin hingga Dewi Soekarno Hadir di Upacara Kemerdekaan

Berikut Daftar Harga BBM di Hari Kemerdekaan RI Ke-81

Buruan Daftar Jangan Sampai Ketinggalan! ITDC Buka 2.500 Lowongan Relawan MotoGP Indonesia 2026

BMKG Prakirakan Hujan Ringan di Wilayah Barat Indonesia pada Senin

Semarakkan HUT RI,  PT KAI Sumut Beri Diskon 17 Persen Tiket KA Sribilah

Detik-Detik Kereta Garuda Prabayaksa Bawa Bendera dan Teks Proklamasi ke Istana

Listrik Andal Dukung Kekhidmatan Malam Renungan Suci di TMP Kalibata.

Jelang Kirab HUT RI Ke-81, Warga Mulai Padati Kawasan Monas

Emas Makin Strategis! INDEF Soroti Perannya untuk Diversifikasi Cadangan

Amankan HUT RI di Jakarta, Polda Metro Jaya Siagakan 13.859 Personel

Gempa Bisa Datang Kapan Saja, BPBD Lebak Ajak Warga Tingkatkan Kesiapsiagaan

Tak Main-Main! 13.859 Personel Dikerahkan Polda Metro Jaya Amankan HUT RI

Antisipasi Penjarahan Pascagempa, Polisi Tingkatkan Patroli di Sejumlah Lokasi Gempa Flores

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.