Sudan Dorong Tingkatkan Kerja Sama dengan Indonesia

Kamis, 06 Nov 2025, 15:58 WIB

JAKARTA - Pemerintah Sudan mendorong kemitraan strategis dengan Indonesia guna mengeksplorasi lebih banyak kerja sama yang menguntungkan bagi kedua negara.

"Ketika kita berbicara tentang mineral, Sudan adalah negara yang sangat kaya. Jadi, kita bisa menjalin semacam kemitraan strategis bersama," kata Duta Besar Sudan untuk Indonesia Dr. Yassir Mohamed Ali dalam wawancara khusus dengan ANTARA di Jakarta, Rabu.

Dorongan itu dia sampaikan mengingat kedua negara adalah negara yang besar dengan sumber daya yang melimpah.

Dengan penduduk kedua negara yang sama-sama mencintai perdamaian dan memiliki kesamaan nilai dan budaya, Yassir menilai hal tersebut bisa menjadi landasan yang kokoh untuk membangun kemitraan strategis.

Indonesia diperkirakan akan menjadi negara dengan perekonomian terbesar kelima di dunia. Indonesia juga telah menjadi anggota BRICS.

Selain itu, Indonesia juga pada 2024 telah menyelenggarakan Forum Indonesia-Afrika (IAF) kedua di Bali yang telah menghasilkan sejumlah kesepakatan ekonomi antara Indonesia dengan negara-negara di kawasan tersebut.

Sementara itu, Afrika, yang disebut sebagai benua terkaya di dunia, memiliki sumber daya yang sangat besar dengan jumlah populasi yang masih sedikit, membuka peluang yang sangat besar bagi Indonesia untuk memanfaatkan sumber daya di benua tersebut melalui kerja sama.

"Jika Anda berhasil membangun pijakan yang kuat di negara-negara tersebut, Anda dapat pergi ke negara-negara tetangga lain di sekitar negara-negara tersebut, di kawasan-kawasan tersebut, karena Afrika adalah sebuah kawasan," katanya.

Dari perspektif geopolitik, Sudan, kata Yassir, merupakan negara yang sangat penting di Laut Merah. Sedangkan dalam ekonomi halal, Indonesia adalah nomor satu dalam ekonomi halal. Jadi, Indonesia, menurut dia, memiliki banyak potensi untuk memimpin Afrika.

"Dan ketika kita bicara Afrika, kita mencari mitra. Salah satunya adalah Sudan," kata Yassir.

"Kita punya rasa persaudaraan satu sama lain. Rasa persaudaraan ini menyatukan kita dan kita berkembang bersama. Itulah yang kami cita-citakan dari Indonesia, insya Allah," imbuh Duta Besar tersebut.

Di sektor perdagangan, Indonesia dan Sudan mencatatkan nilai perdagangan kurang dari 50 juta dolar AS (sekitar Rp834,3 miliar) akibat perang yang terjadi di Sudan saat ini.

Dari Indonesia, Sudan mengimpor produk-produk seperti pakaian, kosmetik, dan produk farmasi. Sementara itu, barang-barang yang diimpor Indonesia dari Sudan meliputi komoditas kacang, wijen, dan kapas.

Kedua negara, kata Yassir, tidak memiliki kerja sama antar pemerintah (G-to-G). Untuk itu, dia menilai jika kedua negara dapat membangun kemitraan yang kuat dan mencatatkan transaksi perdagangan cukup besar, kedua negara akan dapat mencapai nilai perdagangan hingga miliaran dolar. Ant/Xinhua

Ket. Foto: — Sumber: AFP

  • sudan

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.