Petani Bengkalis Diajak Olah Pelepah Sawit Jadi Produk Siap Ekspor

Kamis, 06 Nov 2025, 10:22 WIB

JAKARTA - Kolaborasi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR (Aspekpir) Indonesia hadir di Pulau Bengkalis. Wilayah ini merupakan salah satu pulau terluar di Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura.

Melalui kegiatan Praktik Mengolah Pelepah Kelapa Sawit menjadi Produk UKMK berupa Lidi Sawit Siap Ekspor, Pakan Ternak dari Daun Sawit dan Biochar dari Pelepah Sawit yang dilaksanakan pada taggal 30 Oktober 2025, Aspekpir dan BPDP dalam acara Menyapa Petani Sawit di pulau tersebut.

Ket. Foto: Acara Menyapa Petani Sawit di Bengkalis yang diadakan Kolaborasi Badan Pengelola Dana Perkebunan dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR (Aspekpir). Kegiatan ini mengajak petani mengolah pelepah sawit menjadi produk UMKM bernilai ekspor, seperti lidi sawit, pakan ternak, dan biochar. — Sumber: Aspekpir

Sebanyak 80 orang yang merupakan petani sawit menjadi peserta. Mereka sebagian besar merupakan anak muda petani kelapa sawit dari berbagai desa di Pulau Bengkalis. Mereka hadir dan aktif mengikuti kegiatan yang berlangsung di Desa Bantan Tengah, Kecamatan Bantan,Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. 

Selama sehari penuh, petani diajak belajar bagaimana menyiapkan lidi sawit yang siap ekspor, bagaimana membuat biochar dari pelepah sawit dan mengaplikasikannya pada tanaman  dan bagaimana membuat pakan ternak dari daun sawit. Pada acara tersebut, juga ditandatangani MoU Ekspor lidi sawit.

Hadir pada acara tersebut, Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Helmi Muhansyah, Bupati Bengkalis melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Andres Wasono, Ketua Umum Aspekpir Indonesia diwakili Ketua DPD I Aspekpir Riau Sutoyo.

Selanjutnya Camat Bantan diwakili Arif Effendi, Penjabat (Pj) Kepala Desa Bantan Tengah Hadi Suryono, serta para narasumber yakni M. Mirza Arif Zainal (Praktisi Biochar), Reza Rafsanjani (Praktisi Pakan Ternak), Ilham Setiadi (Praktisi Ekspor), dan Arif Firmansyah (Praktisi Biochar).

Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Helmi Muhansyah saat memberikan sambutan secara online mengatakan BPDP terus mengembangkan kolaborasi dengan seluruh stakeholders termasuk kalangan petani kelapa sawit, petani kelapa dan kakao di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Bengkalis. 

Helmi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada petani sawit yang telah hadir menjadi bagian dari peserta kegiatan praktik mengolah pelepah sawit menjadi produk UMKM tersebut. Ia berharap, dari kegiatan ini lahir produk-produk atau kegiatan UMKM sawit dari Bengkalis yang dapat dikembangkan secara bersama-sama oleh BPDP. 

Helmi mencontohkan salah satu transformasi pembatik di Yogyakarta yang dulunya beromset kecil hingga saat ini menjadi beromset besar karena dukungan BPDP melalui berbagai kegiatan edukasi dan promosi. 

“Berbagai kegiatan promosi UMKM yang dilaksanakan BPDP telah memberikan manfaat yang sangat besar bagi produk-produk UMKM untuk berkembang,” katanya melalui siaran pers pada hari Kamis (6/11).

Sementara itu, Bupati Bengkalis melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Andres Wasono dalam sambutannya mengatakan inovasi pengolahan pelepah kelapa sawit menjadi produk bernilai ekonomis merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat ekonomi kerakyatan di Negeri Junjungan.

Karena pemanfaatan pelepah sawit sebagai bahan baku produk unggulan UMKM menjadi peluang baru bagi masyarakat untuk menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memperkuat kemandirian daerah yang berkelanjutan.

Andris juga mengapresiasi langkah dan inisiatif Aspekpir Indonesia bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Baginya kegiatan ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat dalam meningkatkan kapasitas petani.

"Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat dalam meningkatkan kapasitas petani serta mendorong diversifikasi produk turunan sawit di tingkat lokal," katanya.

Lebih lanjut, Andris menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk mengubah paradigma masyarakat terhadap pelepah sawit yang selama ini dianggap sebagai limbah, menjadi sumber daya baru yang memiliki potensi ekonomi tinggi.

"Melalui inovasi ini, para petani dan pelaku UMKM diharapkan mampu menghasilkan produk unggulan seperti lidi ekspor, pakan ternak dari daun sawit, hingga biochar ramah lingkungan,"jelas Andris.

Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ini juga mengajak seluruh peserta pelatihan dan masyarakat Kabupaten Bengkalis untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pengolahan pelepah sawit ini. Ia berharap, kegiatan Aspekpir dan BPDP ini, dapat dilaksanakan di kecamatan lainnya maupun pulau lainnya di Kabupaten Bengkalis, terutama daerah maupun pulau terluar dan perbatasan.

Sementara Ketua DPD I Aspekpir Riau Sutoyo menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis khususnya masyarakat Desa Bantan Tengah yang telah menyambut baik kedatangannya untuk melaksanakan kegiatan Praktik Mengolah Pelepah Kelapa Sawit Menjadi Produk UMKM Bernilai Ekonomis.

“Kami juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada BPDP yang memfasilitasi kegiatan ini,” ucapnya. 

Bendahara Umum Aspekpir Indonesia itu berharap, kehadiran Aspekpir disini dapat memberikan edukasi dan motivasi kepada para petani agar senantiasa aktif dalam mengelola limbah-limbah kelapa sawit yang selama ini jarang dimanfaatkan.

“Ke depan, kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam mengembangkan inovasi dan pelatihan yang dapat memperkuat posisi petani serta menjadikan sawit sebagai sumber kesejahteraan bersama,” ujar Sutoyo.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Karhutla Menggila! Kalsel Bentuk Tim Khusus untuk Tangani 3 Lokasi Prioritas

Tinggalkan Kemacetan Horor! Proyek Kereta Parung Panjang-Jasinga Siap Tembus 6 Stasiun Baru!

Pascakebakaran, 120 Bangunan di Desa Adat Sade Lombok Hangus Terbakar

Bupati Bogor Beri Kejutan! Tim Angklung HUT RI Diboyong Jalan-Jalan ke Taman Safari

Bikin Anak Pengungsi Tersenyum, Polri Gelar Trauma Healing Pascagempa Manggarai

Jonatan Nomor Satu Dunia Tunggal Putra Bulu Tangkis

Tebing Gunung Gajah, Menantang dan Keras Kepala tetapi Luar Biasa Indah

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.