Hari Toleransi Akan Dirayakan Besar-besaran
Kamis, 06 Nov 2025, 01:12 WIBJAKARTA â Hari Toleransi Internasional akan dimeriahkan besar-besaran di Indonesia agar terus berdengung di hati rakyat. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama menyiapkan 18 agenda nasional bertajuk âThe Wonder of Harmony 2025â November hingga Desember 2025, menyambut Hari Toleransi Internasional yang diperingati setiap 16 November.
Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kebijakan Publik, Media, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Ismail Cawidu menjelaskan The Wonder of Harmony dirancang sebagai gerakan sosial dan kultural yang menghadirkan pesan-pesan kebersamaan melalui pendekatan dakwah-edutainment.
âKemenag ingin menampilkan wajah Islam yang damai, sejuk, dan penuh kasih sayang dengan pendekatan yang bisa diterima oleh semua kalangan, termasuk generasi muda,â ujar Ismail Cawidu di Jakarta, Rabu. Menurut Ismail, rangkaian kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen Kemenag untuk terus menanamkan nilai-nilai moderasi beragama dan harmoni sosial sebagai fondasi kebangsaan.
Berbagai kegiatan seperti Expo Syiar Budaya Islam, Harmony Fun Walk, Interfaith Harmony Camp, Workshop Ekoteologi, dan Festival Majelis Taklim disiapkan untuk menjangkau beragam lapisan masyarakat. âKita ingin menghidupkan semangat Bhinneka Tunggal Ika dengan cara yang menyenangkan dan menginspirasi. Seni, olahraga, diskusi, dan kegiatan sosial semua menjadi media dakwah harmoni,â kata dia.
Sementara itu, Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad menjelaskan The Wonder of Harmony merupakan pengejawantahan dari Asta Protas Kemenag Berdampak, khususnya dalam pilar âKerukunan dan Cinta Kemanusiaanâ.
Ia menjelaskan seluruh agenda ini tidak hanya seremonial, tetapi mengandung misi strategis memperkuat kebersamaan antarumat beragama sekaligus membumikan nilai Islam rahmatan lil âalamin.
âProgram ini adalah wujud nyata dari kerja kolaboratif antara Kemenag, ormas keagamaan, akademisi, dan komunitas masyarakat. Kami ingin menghadirkan ruang-ruang perjumpaan yang membangun empati dan saling memahami di antara sesama warga bangsa,â kata Abu.
Menurut dia, setiap kegiatan memiliki pesan tematik yang memperkuat aspek spiritualitas sekaligus sosial kemasyarakatan. Misalnya, Workshop Pemetaan Potensi Konflik Sosial melibatkan pakar lintas disiplin seperti Frans Magnis Suseno dan Amin Abdullah untuk mengkaji akar potensi konflik dan merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis data.
âIni bagian dari pendekatan ilmiah yang menegaskan bahwa kerukunan perlu dirancang dengan strategi, bukan sekadar seruan moral,â ujarnya. Selain itu, kata Abu, kegiatan seperti Kick Off Kota Wakaf Ambon, Penganugerahan Kompetisi Film Islami Nasional, dan Festival Majelis Taklim diarahkan untuk memperkuat dimensi ekonomi, budaya, dan dakwah Islam yang berdaya.
Abu juga mengungkapkan pentingnya pelibatan generasi muda dalam The Wonder of Harmony 2025. Kegiatan seperti Sakinah Family Run 5K, Ngaji Budaya, hingga Workshop Majelis Taklim Kreatif Berwawasan Ekoteologi dirancang untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan dan semangat kolaborasi lintas sektor.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Lando Norris Kena Penalti 10 Posisi di GP Belgia karena McLaren Ganti Komponen Mesin
-
BNPB Salurkan Bantuan Logistik ke Aceh Timur
-
Mendongeng untuk Meningkatkan Minat Baca Usia Dini
-
Fans Australia Rela Terbang ke Jakarta, Konser YE di GBK Bakal Guncang Ibu Kota
-
Pemberdayaan Pemuda Menjadi Program Strategis Tanah Laut
-
Trump Berharap Nasib TikTok Bisa Diselesaikan Saat Telepon Xi Jinping
-
Gubernur DKI Minta Tindak Tegas Pelaku Pelecehan Seksual di PT Transjakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.