Ide Brilian Camino de Flores Mestinya Menginspirasi Daerah Lain untuk Mengadakan Perjalanan Suci Mengenal Budaya dan Tradisi Lokal
Selasa, 27 Okt 2026, 01:45 WIBJAKARTA â Daerah-daerah lain mestinya terinspirasi untuk mengikuti jejak âCamino de Flores.â Sebab ini ide sangat brilian untuk mengenalkan situs-situs, peninggalan-peninggalan, sejarah, budaya dan kekayaan local. Kekayaan setempat bisa berupa destinasi wisata budaya, upacara-upacara, pertunjukan-pertunjukan, adat dan sebagainya.
Program âCamino de Flores: The Sacred Journey of Floresâ dilaksanakan untuk mengajak para peserta kegiatan mengenal lebih dekat kehidupan, budaya, dan tradisi masyarakat lokal Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur.
Inisiator Camino de Flores, Mari Elka Pangestu, menyampaikan bahwa 70 peserta kegiatan itu berjalan kaki sejauh 25,5 kilometer melalui lokasi-lokasi yang merepresentasikan spiritualitas masyarakat Flores serta kekayaan budaya dan tradisi mereka.
"Sepanjang perjalanan kami banyak ngobrol dengan masyarakat, tidak ada yang tidak menyapa, dan kami merasa disambut dengan sukacita," kata Mari dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin. âCamino de Flores: The Sacred Journey of Floresâ dilaksanakan dari 23 sampai 27 Oktober 2026.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta antara lain mengunjungi Gereja Mater Boni Consili (MBC) Bajawa, Gereja Paroki Maria Ratu Semesta Alam, Langa, Kampung Adat Bena, Paroki Rakateda I, dan Seminari Menengah Santo Yohanes Berkhmans Mataloko.
Di Kampung Adat Bena, mereka menyaksikan kekayaan tradisi dan warisan budaya megalitik serta mengenal adat masyarakat Ngada. Selain itu, mereka makan malam dan beramah tamah bersama para seminaris, imam, pater, serta guru di Seminari Menengah Santo Yohanes Berkhmans Mataloko.
Mari dalam kesempatan itu menyampaikan komitmen untuk membantu perbaikan bangunan seminari yang rusak akibat gempa bumi. Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini menyampaikan, Camino de Flores berpotensi dikembangkan menjadi opsi layanan wisata terpadu di Pulau Flores.
"Perjalanan ini bukan hanya tentang berjalan kaki, tetapi juga tentang mengenal Flores lebih dekat, menyusuri tempat-tempat yang memiliki nilai spiritual dan budaya, serta berinteraksi dengan masyarakat di sepanjang jalur perjalanan," ia menjelaskan.
"Pengalaman seperti ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mencari perjalanan yang lebih mendalam dan bermakna," katanya. Ia mengatakan bahwa pemerintah akan mendukung promosi Camino de Flores sebagai pilihan aktivitas wisata di Pulau Flores.
Pelaksana Tugas Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores Andhy MT Marpaung mengatakan bahwa pelaksanaan program Camino de Flores mendukung upaya untuk menjadikan Pulau Flores sebagai tujuan wisata religi Katolik unggulan.
Kegiatan perjalanan yang menghubungkan gereja, kampung adat, pusat pendidikan keagamaan, serta objek wisata alam dan budaya itu diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan ke wilayah Flores.
"Pola perjalanan seperti ini diharapkan juga dapat menambah lama tinggal wisatawan serta persebaran wisatawan sehingga tidak terkonsentrasi pada satu lokasi saja," kata Andhy.
Pengembangan beragam layanan wisata diharapkan dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal, memungkinkan mereka menyediakan layanan dan menawarkan produk lokal kepada lebih banyak wisatawan.
âââââââ
- Camino de Flores
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Media Inggris Soroti 300 Rumah Hangus karena Karhutla di Indonesia, Hampir 1.000 Warga Mengungsi
-
Mengejutkan, Yunani Cetak Sejarah dengan Permalukan Jerman 1-0
-
London Mendadak Gelap Gulita, Ribuan Kantor dan Rumah Lumpuh akibat Mati Lampu
-
Pulau Flores Diproyeksikan Menjadi Destinasi Utama Wisata Rohani Katolik. Ikuti Camino de Flores 23-27 Oktober
-
Teknologi LVAD Buka Pilihan Terapi bagi Pasien Gagal Jantung Stadium Lanjut
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.