Trump Berharap Nasib TikTok Bisa Diselesaikan Saat Telepon Xi Jinping

Jumat, 19 Sep 2025, 14:37 WIB

WASHINGTON - Presiden Donald Trump, yang baru-baru ini menuduh Xi Jinping "berkonspirasi" melawan Amerika Serikat, berharap dapat menyelesaikan nasib TikTok melalui panggilan telepon dengan pemimpin Tiongkok tersebut pada hari Jumat (19/9).

"Saya berbicara dengan Presiden Xi, seperti yang Anda ketahui, pada hari Jumat, terkait TikTok, dan juga perdagangan," kata Trump dalam sebuah wawancara dengan Fox News pada hari Kamis (18/9).

Ket. Foto: Presiden AS Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang menghentikan penegakan larangan TikTok selama 75 hari. — Sumber: AP

"Dan kami sudah hampir mencapai kesepakatan untuk semua itu. Dan hubungan saya dengan Tiongkok sangat baik."

Panggilan telepon antara dua pemimpin itu akan menjadi yang kedua sejak Trump kembali ke Gedung Putih pada bulan Januari, dan yang ketiga sejak awal tahun.

Pada tanggal 5 Juni, Trump mengatakan Xi telah mengundangnya untuk mengunjungi Tiongkok, dan ia mengeluarkan undangan serupa bagi pemimpin Tiongkok untuk datang ke AS. 

Sejauh ini, belum ada rencana perjalanan dibuat, tetapi beberapa analis memperkirakan Xi akan mengulangi tawarannya, terutama karena mengetahui bahwa Trump selalu ingin diterima dengan gembar-gembor diplomatik.

TikTok

"Setiap pemimpin akan berusaha memberi sinyal ia telah mengungguli yang lain" dalam perundingan dagang yang berfokus pada tarif, kata Ali Wyne, pakar hubungan AS-Tiongkok di International Crisis Group, memprediksi.

Kedua pemimpin dapat menyelesaikan drama TikTok, setelah Trump berulang kali menunda larangan berdasarkan undang-undang yang dirancang untuk memaksa perusahaan induk Tiongkok, ByteDance, menjual operasinya di AS demi alasan keamanan nasional.

Trump mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis bahwa ia berharap akan "menyelesaikan sesuatu di TikTok."

Berdasarkan kesepakatan tersebut, bisnis TikTok di AS akan "dimiliki oleh semua investor Amerika, dan orang-orang serta perusahaan-perusahaan yang sangat kaya," kata Trump. 

Ia mengatakan yakin TikTok telah meningkatkan daya tariknya bagi pemilih muda dan membantunya memenangkan pemilu 2024.

Trump pada hari Selasa kembali menolak penerapan larangan pada aplikasi tersebut, yang telah diputuskan di bawah pendahulunya Joe Biden.

The Wall Street Journal mengemukakan kemungkinan terbentuknya konsorsium untuk mengendalikan TikTok yang akan mencakup raksasa teknologi Oracle dan dua dana investasi California -- Silver Lake dan Andreessen Horowitz.

Tarif

Pembicaraan melalui telepon itu terjadi saat dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia berupaya menemukan kompromi mengenai tarif.

Kedua belah pihak secara dramatis menaikkan tarif satu sama lain selama perselisihan yang berlangsung berbulan-bulan awal tahun ini, yang mengganggu rantai pasokan global.

Washington dan Beijing kemudian mencapai kesepakatan untuk mengurangi pungutan, yang berakhir pada bulan November, dengan Amerika Serikat mengenakan bea sebesar 30 persen pada impor barang-barang Tiongkok dan Tiongkok mengenakan tarif sebesar 10 persen pada produk-produk AS. 

Pertemuan melalui telepon itu juga terjadi setelah Xi menyelenggarakan pertemuan puncak besar bulan ini dengan para pemimpin Russia dan India -- dan mengundang pemimpin Korea Utara Kim Jong Un untuk menyaksikan parade militer besar di Beijing.

"Sampaikan salam hangat saya kepada (Presiden Russia) Vladimir Putin dan Kim Jong Un saat kalian berkonspirasi melawan Amerika Serikat," tulis Trump kepada Xi di platform Truth Social miliknya. 

Pemimpin AS mengecam India dengan tarif hukuman atas pembelian minyaknya dari Moskow, dan telah meminta negara-negara Eropa untuk memberikan sanksi kepada Tiongkok karena membeli minyak Rusia, meskipun Washington sendiri tidak memberikan sanksi kepada Beijing. 

"Jika mereka melakukan itu terhadap Tiongkok, saya pikir perang (di Ukraina) mungkin akan berakhir," kata Trump kepada Fox News.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP, Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.