Gebrakan Pertanian Solok! DPRD Dukung Optimalisasi Lahan Tidur untuk Produksi Pangan

Selasa, 27 Okt 2026, 02:30 WIB

SOLOK - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Solok, Sumatera Barat mendukung pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan pertanian produktif untuk mengoptimalkan potensi daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Ketua DPRD Kota Solok Fauzi Rusli di Solok, Senin, mengatakan pemanfaatan lahan yang belum digarap dapat menjadi salah satu langkah untuk mengembangkan sektor pertanian di Kota Solok, termasuk melalui pembuatan lahan percontohan atau demonstrasi plot (demplot) bagi petani.

Ket. Foto: Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kota Solok, Sumatera Barat saat melakukan audiensi ke DPRD Kota Solok. — Sumber: Antara foto/HO DPRD Kota Solok

“Gagasan menjadikan Kota Solok sebagai lokasi percontohan di bidang pertanian merupakan langkah yang sangat baik. Apalagi, masih terdapat lahan tidur yang berpotensi dimanfaatkan sebagai lahan percontohan atau demplot pertanian,” kata dia saat menerima audiensi pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kota Solok di Solok, Senin.

Menurut dia, pengembangan lahan tidur secara produktif berpotensi meningkatkan hasil pertanian sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat. Upaya tersebut juga perlu diarahkan untuk memperkuat perekonomian petani melalui program yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Dia menilai organisasi petani dapat berperan sebagai mitra pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi pertanian. Untuk itu, program yang disusun perlu memiliki sasaran yang jelas dan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

Ia berharap DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Solok berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait agar rencana pengembangan pertanian dapat disesuaikan dengan potensi lahan dan kebutuhan petani.

Sementara itu, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Solok Yutris Can mengatakan organisasinya berupaya memperjuangkan kepentingan petani serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergerak di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.

Menurutnya, petani masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, serta keterbatasan akses pasar dan teknologi pertanian. Kondisi tersebut membutuhkan dukungan dan pendampingan agar usaha pertanian dapat berkembang.

“Tujuan kami membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani melalui perluasan akses pasar, pelatihan pertanian modern, pemanfaatan teknologi, serta pendampingan usaha,” ujarnya.

Ia mengatakan Tani Merdeka Indonesia juga berupaya memperkuat praktik pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan melalui pengembangan usaha pertanian skala kecil serta kerja sama dengan pemerintah dan pihak terkait.

Dia menambahkan, organisasinya ingin mendorong program pertanian yang dapat menjawab kebutuhan petani. Namun, pelaksanaan program tersebut membutuhkan koordinasi dengan pemerintah daerah agar potensi pertanian yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal.

Dalam audiensi tersebut, kedua pihak membahas rencana pengembangan potensi pertanian Kota Solok, termasuk gagasan menjadikan daerah itu sebagai lokasi percontohan pertanian. Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya menjajaki kerja sama untuk mendukung pengembangan sektor pertanian.

Dia mengatakan DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Solok juga sedang mempersiapkan pelantikan kepengurusan yang dijadwalkan pada 28 Oktober 2026. Agenda tersebut menjadi bagian dari pembentukan kepengurusan organisasi untuk menjalankan program yang telah direncanakan.

Ke depan, pengembangan lahan tidur menjadi lahan produktif memerlukan pendataan potensi lahan, penentuan komoditas yang sesuai, serta koordinasi dengan instansi terkait agar pelaksanaannya dapat memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat Kota Solok.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.