DIY Siapkan Strategi Pemerataan Kunjungan Wisata Jelang Natal dan Tahun Baru

Kamis, 06 Nov 2025, 18:28 WIB

YOGYAKARTA - Pemerintah Daerah (Pemda) Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai menyiapkan strategi pemerataan kunjungan wisatawan menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Imam Pratanadi di Yogyakarta, mengatakan upaya itu dilakukan agar kunjungan wisatawan tidak terpusat hanya di kawasan Kota Yogyakarta dan Sleman, melainkan menyebar ke seluruh wilayah DIY.

Ket. Foto: Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Imam Pratanadi di Yogyakarta. — Sumber: antara foto

"Memastikan bahwa wisatawan kemudian tidak hanya terpusat pada satu tempat," ujar dia.

Menurut Imam, peningkatan jumlah wisatawan nusantara (wisnus) dalam beberapa tahun terakhir membuat pemerintah daerah perlu memastikan destinasi unggulan benar-benar siap menerima kunjungan.

Selain memperkuat pelayanan, kata dia, Dispar juga mulai meningkatkan promosi sejak awal agar calon wisatawan mendapat alternatif destinasi wisata di provinsi ini.

"Sehingga mereka mempunyai alternatif-alternatif lain untuk destinasi tidak hanya di kota saja dan Sleman, tapi juga di Kulon Progo, di Gunungkidul, dan di Bantul itu nanti kita siapkan," ujar Imam.

Mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi memasuki musim hujan, Imam menyebut pengelola destinasi dengan kategori berisiko telah diminta meninjau kembali standar operasional prosedur (SOP) penanganan keadaan darurat.

Menurut dia, kesiapan itu penting agar langkah cepat dapat dilakukan jika terjadi situasi yang tidak diinginkan.

"Yang kami pastikan itu adalah bagaimana teman-teman yang mengelola destinasi berisiko itu kemudian memastikan bahwa mereka SOP-nya dilihat kembali," ujarnya.

Ia menyebut kawasan wisata pantai sebagai salah satu destinasi dengan tingkat risiko lebih tinggi pada musim hujan.

"Kami pastikan SOP itu mereka jalankan dengan baik, itu saja. Karena kita tidak bisa mencegah terjadinya bencana alam," ucap dia.

Imam berharap kualitas destinasi wisata di DIY meningkat sehingga mendorong belanja atau pengeluaran serta lama tinggal wisatawan.

"Kami coba untuk memastikan bahwa destinasi-destinasi itu sedemikian meningkat kualitasnya, sehingga orang yang datang juga tidak ragu-ragu untuk mengeluarkan 'spending' untuk itu," ujar dia.

Reservasi Hotel

Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengakui tren reservasi kamar hotel di provinsi ini mulai meningkat menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

"November ini belum terlihat 'hilal'-nya. Kalau Desember rata-rata (reservasi) sudah 60 persen," ujar Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono di Yogyakarta, Rabu.

Menurut Deddy, peningkatan reservasi hotel itu menjadi rutinitas tahunan setiap memasuki momen Natal dan tahun baru.

Selain itu, para pelaku usaha perhotelan di DIY disebut telah menyiapkan sejumlah paket akhir tahun, seperti paket menginap yang dilengkapi makan malam, sarapan, hingga hiburan.

Deddy menyebut khusus rata-rata tingkat reservasi di kawasan Kota Yogyakarta khususnya Malioboro, bahkan sudah mencapai sekitar 75 persen pada Desember 2025.

Dia memperkirakan tren reservasi itu berpotensi terus meningkat mendekati periode libur panjang.

Merujuk capaian okupansi libur akhir tahun pada periode 2022 hingga 2024, menurut dia, untuk wilayah tengah DIY bisa sampai 95 sampai hampir 100 persen.

Meski demikian, untuk okupansi libur akhir tahun ini Deddy mengaku hanya memasang target 85 persen.

Menurut dia, sejumlah faktor seperti cuaca, politik dan ekonomi dapat mempengaruhi keputusan wisatawan dalam mempertahankan atau membatalkan reservasi.

Terkait potensi bencana hidrometeorologi pada Desember, Deddy memastikan PHRI DIY terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Para pelaku usaha perhotelan disebut telah menyiapkan langkah antisipasi seperti penanganan kebencanaan pada tamu dan pemberian informasi cuaca secara berkala.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.