Sinergi Lintas Program Dorong Penurunan Stunting di Sleman
Rabu, 05 Nov 2025, 18:15 WIBSLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman terus memperkuat langkah nyata dalam menurunkan angka stunting melalui sinergi lintas program dan lembaga. Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Sleman memastikan seluruh upaya penanganan berjalan secara terpadu, efektif, dan berkelanjutan di berbagai sektor.
âTPPS Kabupaten Sleman memastikan seluruh program telah berjalan sinergis, harmonis, efektif, dan efisien antara intervensi spesifik kesehatan dengan intervensi sensitif,â ujar Ketua TPPS Kabupaten Sleman, Danang Maharsa, di Sleman, Rabu (5/11).
Ia menyampaikan, berdasarkan hasil pemantauan gizi melalui aplikasi ePPGBM, prevalensi stunting di Sleman tahun 2025 tercatat sebesar 4,29 persen, turun 0,12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. âAngka ini menunjukkan bahwa program intervensi kita berjalan sesuai arah kebijakan nasional,â katanya.
Menurut Danang, Pemerintah Kabupaten Sleman terus mengembangkan sejumlah inovasi untuk mempercepat penurunan angka stunting. Di antaranya melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Gerakan Tanggulangi Anemia Remaja dan Talasemia (Getartala), serta Pelayanan ANC Terpadu menuju Triple Eliminasi Melibatkan Semua Layanan (Pandu Teman).
Selain itu, terdapat pula Gerakan Ajak Menimbang Cegah dan Atasi Stunting (Gambang Stunting), program Pencegahan Rawan Stunting Hilangkan Gizi Buruk Tingkatkan Ekonomi Rakyat (Pecah Ranting Hiburan e Rakyat), serta penerapan Audit Kasus Stunting (AKS) berbasis wilayah kelurahan. âSemua program ini dirancang agar penanganan stunting tidak hanya fokus pada aspek kesehatan, tetapi juga pemberdayaan sosial dan ekonomi keluarga,â jelas Danang.
Sebelumnya, Danang Maharsa juga membuka kegiatan pendampingan terintegrasi bersama Kementerian/Lembaga di provinsi prioritas stunting yang diikuti perwakilan dari sepuluh provinsi di Sleman, Selasa (4/11). Kegiatan tersebut berlangsung hingga 7 November 2025 dan diselenggarakan oleh Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Bank Dunia (World Bank).
Sepuluh provinsi yang mengikuti kegiatan itu adalah Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Riau, Lampung, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.
Perwakilan dari World Bank, Dr. Minarto, yang hadir dalam pembukaan acara, menyampaikan dukungannya terhadap berbagai inisiatif percepatan penurunan stunting di Indonesia. Ia menegaskan bahwa lembaganya turut berperan dalam membantu pemerintah menyusun strategi nasional yang kemudian melahirkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
âSelanjutnya meningkatkan edukasi masyarakat, menyatukan gerakan itu menjadi aksi konvergensi, ketahanan pangan, dan monitoring evaluasi,â kata Danang Maharsa mengutip arahan tersebut.
Dengan berbagai inovasi dan dukungan lintas lembaga, Pemkab Sleman optimistis dapat mempertahankan status sebagai salah satu daerah dengan prevalensi stunting terendah di Daerah Istimewa Yogyakarta sekaligus menjadi contoh implementasi konvergensi program penanganan stunting di tingkat kabupaten.
- Sleman
- stunting
Redaktur: Eko S
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Atap SD Negeri di Karawang Ambruk, 132 Siswa Terdampak
-
Pertamina Dorong 1.346 Sertifikasi UMKM di Awal 2026
-
Fakta di Balik Larangan Impor Unggas RI: Masalah Kualitas, Bukan Halal
-
Bagi-bagi Tumbler untuk Menekan Sampah Plastik DI Wilayah Serang
-
Isu Energi Global Memanas, DEN Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Diminta Tetap Tenang
-
Pendidikan Unggul di Bogor Butuh Sinergi Regulasi, Kata Ketua DPRD
-
Aceh Tetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi hingga 20 April
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.