Bayern Menang 2-1 di Paris, Luis Diaz Curi Perhatian dengan Gol dan Kartu Merah

Rabu, 05 Nov 2025, 05:36 WIB

PARIS, PRANCIS — Luis Diaz menjadi bintang sekaligus biang keladi dalam drama besar Liga Champions di Parc des Princes, Rabu (5/11) dini hari WIB. Winger asal Kolombia itu mencetak dua gol sekaligus diganjar kartu merah ketika Bayern Munich memperpanjang rekor sempurna mereka musim ini dengan kemenangan 2-1 atas juara bertahan Paris Saint-Germain.

Pertandingan sarat gengsi itu diawali dengan kejutan cepat dari Bayern. Baru empat menit berjalan, Diaz membuka keunggulan lewat sepakan jarak dekat setelah bola muntah hasil tepisan kiper Lucas Chevalier. Mantan pemain Liverpool itu kemudian menggandakan skor pada menit ke-32 memanfaatkan kelengahan Marquinhos di depan kotak penalti.

Ket. Foto: Pemain Bayern Munich Luiz Diaz menerima kartu merah dalam laga Liga Champions kontra Paris Saint-Germain, Rabu (5/11) dini hari WIB. — Sumber: AFP

Namun, momen kegemilangannya berubah menjadi bencana menjelang babak pertama usai. Diaz melakukan tekel keras terhadap Achraf Hakimi, membuat bintang PSG asal Maroko itu terjatuh kesakitan. Hakimi menangis saat ditandu keluar lapangan, sementara wasit yang awalnya memberi kartu kuning mengubahnya menjadi kartu merah setelah tinjauan VAR.

Bayern pun harus bermain dengan 10 orang sepanjang babak kedua. Meski begitu, tim asuhan Vincent Kompany tetap tampil solid dan berhasil mempertahankan keunggulan, meski Harry Kane gagal menambah pundi-pundi golnya yang kini berjumlah 25 di semua kompetisi.

Gol hiburan PSG baru hadir pada menit ke-74 ketika pemain pengganti Joao Neves menuntaskan umpan defleksi Lee Kang-in dari jarak dekat. Upaya itu menyalakan kembali harapan tuan rumah, tapi pertahanan Bayern tetap kokoh hingga peluit panjang berbunyi.

Kemenangan ini menegaskan laju sensasional Bayern musim ini, 16 laga, 16 kemenangan di semua ajang, dengan total 56 gol. Mereka juga menjadi satu dari hanya dua tim yang masih sempurna dengan 12 poin dari empat pertandingan fase liga Liga Champions, bersama Arsenal.

Sebaliknya, PSG kini dihadapkan pada kekhawatiran besar terhadap kondisi Hakimi, yang dijadwalkan memimpin Maroko di Piala Afrika bulan depan. “Kami harus menunggu hasil pemeriksaan medis, tapi situasinya tampak serius,” ujar pelatih Luis Enrique selepas laga.

Kesialan PSG belum berhenti di situ. Ousmane Dembele, peraih Ballon d’Or tahun ini, juga terpaksa ditarik keluar lebih awal di babak pertama karena cedera hamstring. Bagi pemain asal Prancis itu, ini baru penampilan keduanya dalam dua bulan terakhir.

Masalah kebugaran memang terus menghantui PSG musim ini. Bintang muda Desire Doue, yang bersinar di final Liga Champions musim lalu melawan Inter Milan, sudah lebih dulu absen karena cedera.

Secara klasemen, kekalahan ini tak terlalu fatal. PSG masih berada di jalur aman untuk lolos ke fase gugur, mengingat mereka memulai pekan ini sebagai pemuncak grup. Namun, kehilangan dua pemain penting bisa menjadi pukulan telak di tengah padatnya jadwal kompetisi.

Pertemuan ini mempertemukan dua raksasa dengan performa terbaik Liga Champions musim ini dan menjadi ulangan final 2020 di Lisbon yang juga dimenangi Bayern dengan skor 1-0. Terakhir kali kedua tim bertemu adalah di perempat final Piala Dunia Antarklub di Atlanta, Juli lalu, ketika PSG menang 2-0, hasil yang kini resmi menjadi kekalahan kompetitif terakhir Bayern.

Di Parc des Princes, pertandingan berlangsung intens sejak awal. PSG sempat mengira mereka menyamakan kedudukan ketika Dembele menyontek bola hasil tembakan Fabian Ruiz ke gawang, tetapi gol dianulir karena offside. Tak lama kemudian, Dembele ditarik keluar dan langsung menuju ruang ganti.

Kedua tim saling balas serangan di pertengahan babak pertama: Bradley Barcola nyaris mencetak gol untuk PSG, sementara tendangan Serge Gnabry dari Bayern membentur dua tiang sebelum keluar lapangan. Tapi Diaz lagi-lagi menunjukkan insting predatornya dengan mencuri bola dari Marquinhos dan menuntaskannya dengan dingin.

Menjelang turun minum, insiden Diaz–Hakimi mengubah atmosfer laga. Hakimi tampak menahan tangis saat pergelangan kaki kirinya terpelintir, dan stadion mendadak hening sebelum dia digantikan oleh pemain muda Senny Mayulu.

Meski bermain dengan keunggulan jumlah pemain, PSG gagal memanfaatkan situasi. Baru di menit-menit akhir mereka bisa memperkecil ketertinggalan lewat Joao Neves. Namun, Bayern bertahan disiplin hingga akhir, memastikan kemenangan penting yang menegaskan status mereka sebagai kandidat kuat juara Eropa musim ini.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.