Tambang Ilegal Ditutup, Pekerja Diberi Ganti Rugi Rp9 Juta
Selasa, 04 Nov 2025, 03:23 WIBBOGOR â Lumayan juga kebijakan yang diterapkan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi. Dia menutup tambang ilegal, tapi memastikan pemerintah provinsi Jabar memberikan kompensasi sebesar 9 juta bagi pekerja tambang yang terdampak kebijakan penutupan aktivitas tambang di wilayah Kabupaten Bogor.
Kebijakan tersebut menjadi langkah awal Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dalam menata kembali sektor pertambangan agar lebih berkeadilan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. âPada Januari nanti, para pekerja akan menerima tambahan Rp6 juta dari dana kompensasi yang disiapkan, sehingga totalnya mencapai Rp9 juta per orang,â kata Dedi di Gedung Serbaguna 1, Komplek Pemkab, Cibinong, Senin.
Ia menjelaskan bahwa bantuan kompensasi diberikan selama tiga bulan berturut-turut, yakni November dan Desember 2025 serta Januari 2026, masing-masing senilai Rp3 juta per bulan. Menurut Dedi, kebijakan tersebut muncul setelah Pemprov Jabar menemukan fakta bahwa sebagian besar pekerja tambang selama ini memperoleh upah rendah, bahkan hanya sekitar Rp50 ribu hingga Rp80 ribu per hari.
âKalau dibiarkan, sektor tambang hanya melahirkan kerusakan alam dan ketimpangan sosial. Yang kaya makin kaya, yang miskin tetap miskin. Kita harus benahi agar tambang melahirkan nilai kemanusiaan,â ujar dia. Tim audit investigatif yang terdiri dari pakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) kini tengah melakukan kajian menyeluruh terkait dampak sosial dan ekonomi penutupan tambang, katanya, menambahkan.Â
Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar Pemprov Jabar dan Pemkab Bogor dalam merumuskan arah penataan tambang serta pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalan khusus angkutan tambang. Selain fokus pada kompensasi, Dedi juga menegaskan pentingnya reformasi sistem pajak tambang di Jawa Barat. Dirinya menilai pajak tambang dari wilayah Rumpin dan Cigudeg selama itu belum dihitung secara digital dan akurat.
âSelama ini pajak tambang sekitar Rp100 miliar per tahun untuk Kabupaten Bogor dan Rp25 miliar untuk provinsi. Kalau dihitung digital dan benar, nilainya bisa lima kali lipat,â katanya. Menurut dia, optimalisasi pajak tersebut dapat menjadi sumber insentif berkelanjutan bagi masyarakat sekitar tambang sekaligus memperkuat pendapatan daerah tanpa mengorbankan aspek lingkungan.
Dedi mengatakan berharap seluruh kegiatan pertambangan di Jawa Barat ke depan tidak hanya menghasilkan keuntungan ekonomi, tetapi juga memastikan kesejahteraan pekerja dan masyarakat terdampak dapat terjamin. âKita ingin masyarakat di sekitar tambang sejahtera, bukan hanya pengusaha tambangnya yang kaya. Keadilan harus dirasakan semua pihak,â ujar dia, menegaskan.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Status Gunung Tambora Naik Jadi Waspada, Aktivitas Gempa Vulkanik Meningkat Tajam
-
Evakuasi Korban Tambang Ilegal di Pongkor Terkendala Gas Karbon Monoksida
-
Anwar Ibrahim Luncurkan Visit Malaysia Year 2026
-
Memperketat Pengawasan Hutan untuk Menekan Aktivitas Tambang Ilegal
-
HKI Apresiasi Pelantikan Dewan Energi Nasional, Perkuat Arah Transisi Energi Hijau untuk Kawasan Industri
-
Penutupan Aktivitas Tambang Ilegal Umbul Tengah oleh Pemkot Serang
-
Trump Yakin Rezim Kuba akan Segera Jatuh
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.