Sinner Kembali Nomor Satu Dunia, Janice Tjen Ukir Sejarah

Selasa, 04 Nov 2025, 03:04 WIB

PARIS – Ajang Dunia tenis menutup pekan lalu dengan dua kisah besar. Di Paris, Jannik Sinner kembali merebut posisi nomor satu dunia usai menjadi juara Paris Masters. Di Chennai, Janice Tjen mengukir sejarah sebagai petenis Indonesia pertama dalam 23 tahun terakhir yang menjuarai turnamen tunggal WTA.

Sinner, 24 tahun, memastikan gelar Masters 1000 perdananya di Paris setelah menaklukkan Felix Auger-Aliassime 6-4, 7-6 (7/4) pada hari Minggu (2/11). Hasil itu mengantarnya kembali ke peringkat satu dunia, menggusur Carlos Alcaraz yang tersingkir lebih awal. Petenis Italia itu pernah memuncaki peringkat ATP pada  bulan Juni tahun lalu selama 65 pekan sebelum gelarnya direbut Alcaraz di US Open.

Ket. Foto: Jannik sinner — Sumber: ist

“Saya bahagia tentu saja. Sejak awal pekan tahu ada peluang ini, tapi hanya fokus untuk tampil sebaik mungkin di lapangan. Hasilnya datang dengan sendirinya,” ujar Sinner. Kemenangan di Paris menambah daftar panjang kebangkitan Sinner musim ini. Meski sempat absen tiga bulan karena dua kali positif mengandung jejak clostebol, dia telah mengoleksi lima gelar. Ini termasuk Australia Open dan Wimbledon. “Setiap gelar punya cerita sendiri. Ada yang mudah, berat, tapi semuanya spesial,” ujarnya.

Auger-Aliassime yang menjadi lawannya tampil solid sepanjang turnamen namun gagal menuntaskan final. Kekalahan ini menunda kepastiannya menuju ATP Finals, meski posisi delapan besar masih dalam jangkauannya. “Tidak mudah kalah di final, tapi Jannik membuat semua ingin menjadi lebih baik,” ujarnya.

Sinner kini bersiap menuju ATP Finals di Turin (9-16 November) dengan status juara bertahan sekaligus pesaing utama Alcaraz untuk gelar year-end number one. “Semuanya belum pasti, saya hanya akan bermain tenis terbaik,” ujarnya mantap. Dari India, kisah heroik datang dari Janice Tjen. Petenis 23 tahun itu menjuarai Chennai Open WTA 250. Dia mengalahkan Kimberly Birrell 6-4, 6-3. Dia menjadi petenis Indonesia pertama yang merebut gelar tunggal WTA sejak Angelique Widjaja pada tahun 2002.

Tjen kini naik ke peringkat 53 dunia, melampaui Angelique (No 55) dan menjadi petenis Indonesia tertinggi kedua dalam sejarah setelah Yayuk Basuki (No 19). “Saya bermain lebih baik di setiap babak dan mungkin ini performa terbaik,” ujarnya. Musim 2025 menjadi terobosan luar biasa baginya.

Janice mencatat rekor 77 kemenangan, enam gelar ITF, satu WTA 125. Kini gelar WTA 250. Tak berhenti di situ, dia juga merebut gelar ganda di Chennai bersama Aldila Sutjiadi. Mereka menundukkan pasangan unggulan utama Storm Hunter/Monica Niculescu 7-5, 6-4.

Sementara itu, di Riyadh, Aryna Sabalenka tampil perkasa di laga pembuka WTA Finals. Petenis nomor satu dunia asal Belarusia itu mengalahkan Jasmine Paolini 6-3, 6-1 hanya dalam 70 menit, melesakkan 11 ace dan mengonversi 81 persen servis pertamanya. Kemenangan itu, juga menjadi yang ke-60 musim sekarang dan membuatnya hanya tertinggal dari Iga SwiÄ…tek dalam jumlah kemenangan WTA 2025.

“Saya bangga dengan kerja keras dan tim. Saya terus berkembang dan harap bisa mempertahankan level,” ujar Sabalenka. Ssehari sebelumnya dia menerima trofi resmi sebagai petenis nomor satu dunia akhir tahun. Sabalenka kini memuncaki Stefanie Graf Group. Jessica Pegula, secara mengejutkan  mengalahkan Coco Gauff 6-3, 6-7(4), 6-2 dalam duel sesama petenis AS.

Gauff tampil buruk dengan 17 double fault dan 45 unforced errors. “Coco pemain hebat, tapi saya fokus pada strategi dan tetap disiplin,”  ujar  Pegula.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.