EMCL Dukung Program Penguatan Ekonomi Keluarga Pra-Sejahtera Dengan Ternak Ayam Petelur

Selasa, 04 Nov 2025, 20:19 WIB

BOJONEGORO - Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus bergulir di Kabupaten Bojonegoro melalui program penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. SKK Migas bersama ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menjalankan Program Ayam Petelur Keluarga Pra-Sejahtera Produktif sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) — program prioritas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam pengentasan kemiskinan dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Program ini menyasar 400 keluarga pra-sejahtera produktif di 16 desa dan 3 kecamatan di sekitar wilayah operasi EMCL. Sebanyak 21.600 ekor ayam petelur akan dibagikan secara bertahap, dilengkapi dengan kandang, pakan, serta pendampingan teknis dari lima lembaga mitra: Lima 2B, LSM Gemuruh, Alas Institute, Bappeka, dan PIB Bojonegoro.

Ket. Foto: Seorang penerima manfaat dari Program Ayam Petelur Keluarga Pra-Sejahtera Produktif sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) SKK Migas bersama ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di Desa Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur — Sumber: istimewa

Setiap manfaat program akan mengelola 54 ayam petelur, sekaligus mendapatkan peningkatan kapasitas teknis dalam pemeliharaan unggas, manajemen produksi telur, serta pemasaran hasil produksi. Pendampingan dilakukan selama 5 bulan guna memastikan keberlanjutan usaha serta terbentuknya ekosistem pendukung ekonomi lokal seperti jejaring pakan, pengolahan, hingga distribusi telur.

“Kami mendorong hadirnya aktivitas ekonomi yang produktif dan mandiri. Program ayam petelur ini dirancang tidak hanya sebagai bantuan, tetapi sebagai peluang tumbuhnya usaha keluarga,” ujar Muhammad Nurdin, Senior Vice President EMCL dalam Kunjungan Lapangan Media SKK Migas KKKS ke EMCL, Bojonegoro, Selasa (4/11).

Dalam pelaksanaannya, penerima manfaat turut berkontribusi menyiapkan rangka atap kandang, sementara penyediaan material atap dilakukan oleh program. Lokasi kandang disesuaikan dengan kondisi lahan masing-masing peserta untuk memastikan keamanan, kesehatan, dan ramah lingkungan.

Kepala Desa Gayam, Winto menyambut baik program ayam petelur dimulai di desanya. Kata Winto, inisiatif ini sejalan dengan visi pemerintah desa dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya Desa Gayam.

Terus Kawal

Ia dan jajarannya bertekad akan mengawal program ini agar tepat sasaran dan bermanfaat untuk warganya. Winto meyakini, program ini bisa mendorong kemajuan ekonomi Desa Gayam. “Kami yakin program Gayatri akan memberi manfaat yang baik. Dan tentunya berkelanjutan,” ucapnya.

Menurut penerima manfaat program dari Desa Gayam, Sutrisno, program ini memudahkan mereka. Perawatannya mudah, hasilnya pun bagus. Dia sudah pernah mendapatkan pengetahuan ternak ayam petelur dari Pusat Inkubasi Bisnis Bojonegoro. Tidak sulit baginya untuk memahami cara dan praktiknya di sana. 

“Seneng dibantu Pak Bupati, SKK Migas dan EMCL. Ayam petelur kaya gini, menurutku nayoh Mas, mudah. Kami akan jaga betul-betul ayamnya, InsyaAlloh akan terus berkembang. Jual telurnya, jangan ayamnya,” tuturnya.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Heru Setyadi mengapresiasi kontribusi nyata EMCL bagi pengembangan masyarakat di sekitar area operasi. 

’’Kolaborasi antara SKK Migas dan EMCL di Banyu Urip memperlihatkan bagaimana kegiatan industri hulu migas dapat berjalan seiring dengan pembangunan masyarakat. Upaya ini mencerminkan peran strategis industri migas dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menjaga keberlanjutan pembangunan di sekitar wilayah operasi,’’ ujar Heru.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.