Tiga Orang Tewas dalam Serangan Militer AS terhadap Kapal Diduga Kartel di Laut Karibia

Minggu, 02 Nov 2025, 14:29 WIB

WASHINGTON DC - Militer Amerika Serikat kembalu melakukan serangan mematikan  terhadap dugaan penyelundup narkoba di Laut Karibia, Sabtu (1/11).

Dari The Guardian,  Menteri pertahanan Pete Hegseth mengatakan bahwa kapal tersebut dioperasikan oleh organisasi teroris yang ditetapkan AS, tetapi tidak menyebutkan kelompok mana yang menjadi sasaran. Ia mengatakan tiga orang tewas dalam serangan itu.

Ket. Foto: Menteri Pertahanan AS mengumumkan serangan baru terhadap terduga penyelundup narkoba di Laut Karibia, sehingga jumlah korban tewas dalam serangan AS menjadi setidaknya 64 orang. — Sumber: Istimewa

Ini setidaknya merupakan serangan ke-15 yang dilakukan oleh militer AS di Karibia atau Pasifik timur sejak awal September.

Dalam sebuah posting di X, Hegseth mengatakan bahwa kapal tersebut “diketahui oleh intelijen kami terlibat dalam penyelundupan narkotika ilegal, melintasi rute perdagangan narkotika yang diketahui, dan membawa narkotika.”

Militer AS kini telah menewaskan sedikitnya 64 orang dalam serangan tersebut.

Trump membenarkan serangan tersebut sebagai eskalasi yang diperlukan untuk membendung aliran narkoba ke Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa AS terlibat dalam "konflik bersenjata" dengan kartel narkoba, dengan mengandalkan kewenangan hukum yang sama yang digunakan oleh pemerintahan Bush ketika mendeklarasikan perang melawan terorisme setelah serangan 11 September 2001.

Para legislator AS telah berulang kali ditolak oleh Gedung Putih dalam tuntutan mereka agar pemerintah merilis lebih banyak informasi tentang pembenaran hukum atas serangan tersebut serta rincian lebih besar tentang kartel mana yang telah menjadi sasaran dan individu mana yang dibunuh.

Hegseth mengatakan dalam postingannya bahwa "teroris narkotika membawa narkoba ke pantai kita untuk meracuni warga Amerika di dalam negeri" dan Departemen Pertahanan "akan memperlakukan mereka PERSIS seperti kita memperlakukan Al-Qaeda."

Senator Demokrat memperbarui permintaan mereka untuk informasi lebih lanjut tentang serangan tersebut dalam sebuah surat pada hari Jumat kepada menteri luar negeri Marco Rubio, direktur intelijen nasional Tulsi Gabbard dan Hegseth.

"Kami juga meminta Anda untuk memberikan semua pendapat hukum terkait serangan ini dan daftar kelompok atau entitas lain yang dianggap Presiden sebagai target," tulis para senator.

Di antara mereka yang menandatangani surat tersebut adalah pemimpin minoritas senat Chuck Schumer serta senator Jack Reed, Jeanne Shaheen, Mark Warner, Chris Coons, Patty Murray dan Brian Schatz.

Surat tersebut menyatakan bahwa sejauh ini pemerintah “telah secara selektif membagikan informasi yang terkadang bertentangan” kepada beberapa anggota, “sementara mengecualikan yang lain”.

Sebelumnya pada hari Jumat, ketua Partai Republik dan petinggi Demokrat di komite angkatan bersenjata senat merilis sepasang surat yang dikirim ke Hegseth yang ditulis pada akhir September dan awal Oktober yang meminta alasan hukum departemen untuk serangan tersebut dan daftar kartel narkoba yang telah ditetapkan pemerintahan Trump sebagai organisasi teroris dalam pembenarannya atas penggunaan kekuatan militer.

  • Serangan AS

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Film “Pangku” Raih Tiga Penghargaan Terpuji di Ajang Festival Film Bandung

De Zerbi Minta Maaf atas Kekalahan Tottenham dari Brentford

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok

Tabrakan Beruntun di Tol Senayan, Dua Orang Alami Luka-luka

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak: Panen Durian dan Manggis Serap Ribuan Tenaga Kerja 

Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.