Harga Gabah Turun, Petani Lebak Terjebak Tekanan Pasar
Minggu, 24 Agu 2025, 15:40 WIBLEBAK - Harga gabah kering panen (GKP) di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mengalami penurunan signifikan, dari Rp7.500 per kilogram menjadi Rp6.500 per kilogram di tingkat petani.Â
Penurunan ini menunjukkan adanya tekanan pada pendapatan petani, karena margin keuntungan yang sebelumnya cukup stabil kini menyusut hingga sekitar 13%.
Secara analitis, penurunan harga gabah dapat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk pasokan yang meningkat akibat musim panen yang melimpah, fluktuasi permintaan dari penggilingan atau industri pangan, hingga intervensi pasar yang belum optimal.Â
Dampaknya tidak hanya pada ekonomi mikro petani, tetapi juga pada sektor hulu rantai pasok beras, karena penurunan harga di tingkat petani berpotensi menekan harga di tingkat pedagang dan konsumen, menciptakan volatilitas pasar.
Selain itu, penurunan harga GKP juga menyoroti pentingnya mekanisme penyangga harga, seperti peran Bulog dalam menyerap gabah untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi kesejahteraan petani.Â
Dari perspektif jangka panjang, fluktuasi harga yang terlalu ekstrem dapat mempengaruhi keputusan tanam petani di masa depan, yang pada akhirnya berdampak pada ketahanan pangan daerah dan nasional.
"Hari ini GKP hasil panen ditampung pengusaha penggilingan sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kg," kata Misbah, seorang petani Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Minggu (24/8).
Petani diberbagai daerah di Kabupaten Lebak memasuki panen raya, sehingga harga GKP turun dari sebelumnya Rp7.500 per kg, kini menjadi Rp6.500 per kg.
Meski harga gabah turun, namun tidak merugi, karena dijual sesuai dengan HPP Rp 6.500 per kg.
"Kami menjual GKP itu sebanyak 5 ton dengan harga Rp6.500 per kg, sehingga menghasilkan Rp32,5 juta," kata Misbah.
Begitu juga petani lainnya, Yana mengatakan, petani di wilayah Blok Tambakbaya Kabupaten Lebak ditampung penggilingan padi Rp6.500 per kg, dari sebelumnya, harga GKP Rp7.500 per kg.
Panen di wilayahnya sekitar 70 hektare dan banyak penampung membeli GKP ditingkat petani, bahkan terdapat dari luar daerah.
"Kami panen seluas dua hektare dengan produktivitas 10 ton dan jika dijual Rp6.500 per kg maka menghasilkan uang Rp65 juta," katanya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat mengatakan, petani yang sudah panen agar kembali melakukan percepatan tanam guna mensukseskan program swasembada pangan nasional.
Selama ini, juga curah hujan di daerah itu masih tinggi sehingga dipastikan percepatan tanam berjalan lancar dan tumbuh subur.
"Kami minta petani, kelompok tani juga Gapoktan serta petugas penyuluh lapang dapat menargetkan angka tanam Agustus 2025 seluas 9.300 hektare," katanya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Belum Dirilis, Google Maps Sudah Pakai Notifikasi Live Updates Android 16
-
Serapan gabah petani selama 2025 di Sumut
-
Hidupkan Budidaya Kerang, KKP Kembangan Modeling Lobster di Batam
-
6 Film dan Series Netflix Original Indonesia 2026 yang Wajib Masuk Watchlist
-
Trump: Kapal AS Harus Digratiskan Melewati Terusan Panama dan Suez
-
Bapanas: Harga Beli Gabah Petani Capai Rp6.566 per Kg
-
Tindak Lanjuti Inpres 6 Tahun 2025, Bapanas Berembuk Bahas Usulan HPP GKG
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.