Trump dan Xi Sepakat Tunda Perang Dagang, Ekspor Logam Tanah Jarang Dilonggark

Jumat, 31 Okt 2025, 01:05 WIB

BUSAN - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Presiden Tingkok Xi Jinping telah berkomitmen untuk menunda kontrol ekspor logam tanah jarang sebagai bagian dari perjanjian perdagangan satu tahun yang disepakati oleh para pemimpin AS dan Tiongkok dalam pertemuan puncak di Busan, Korea Selatan, Kamis (30/10).

 “Pertemuan itu luar biasa,” kata Presiden AS kepada para wartawan di Air Force One saat ia terbang kembali ke Washington pada hari Kamis. “Dalam skala 0-10, dengan 10 sebagai yang terbaik, pertemuan itu berada di skala 12.” Trump mengatakan mereka telah menyepakati “sekelompok keputusan yang luar biasa” dan bahwa AS dan Tiongkok akan menandatangani kesepakatan perdagangan “segera”. “Kami tidak memiliki banyak hambatan,” kata Trump.

Ket. Foto: Presiden AS Donald Trump berbicara dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam pertemuan puncak di Busan, Korea Selatan (Korsel), Kamis (30/10). Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Tiongkok Xi Jinping membuka pertemuan tatap muka pertama mereka dalam enam tahun untuk mengakhiri perang dagang yang telah mengguncang ekonomi dunia. — Sumber: istimewa

 “Setiap tahun, kami akan meninjau kesepakatan itu, tetapi saya pikir kesepakatan itu akan... lebih dari setahun.” Trump mengatakan kedua belah pihak telah menyelesaikan apa yang disebutnya masalah logam tanah jarang, merujuk pada kontrol ekspor besar-besaran yang diumumkan Tiongkok bulan ini. Tiongkok mendominasi rantai pasokan tanah jarang dan kontrol terhadap mineral penting bagi produsen global telah memicu peningkatan ketegangan yang dramatis.

Saham berjangka AS dan sebagian besar pasar ekuitas di Asia stabil atau sedikit melemah pada hari Kamis setelah pertemuan tersebut. Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer, yang juga berada di Air Force One, mengatakan Tiongkok telah menegaskan akan mengizinkan aliran logam tanah jarang.

Tarif 10 Persen

Trump mengatakan ia telah setuju untuk memotong tarif terkait fentanil terhadap Tiongkok dari 20 menjadi 10 persen karena Xi telah berjanji “untuk bekerja sangat keras” untuk membendung ekspor bahan kimia untuk opioid yang mematikan tersebut. “Saya pikir Anda akan melihat beberapa tindakan nyata yang diambil,” kata Trump.

Presiden AS mengatakan mereka juga membahas semikonduktor dan Nvidia akan berbicara dengan Tiongkok tentang ekspor chip. Namun, ia mengatakan diskusi tersebut tidak mencakup chip paling canggih. Trump mengatakan ia akan mengunjungi Tiongkok pada bulan April dan Xi akan melakukan kunjungan balasan ke AS. Pihak Tiongkok belum mengonfirmasi kesepakatan atau ketentuannya. Trump mengatakan para pemimpin tidak membahas Taiwan.

Beberapa pakar telah menyatakan kekhawatiran bahwa ia mungkin akan memberikan konsesi terhadap Taiwan yang diklaim Tiongkok sebagai kedaulatannya untuk memfasilitasi kesepakatan. “Taiwan tidak pernah muncul. Tidak pernah dibahas,” kata Trump.

Saling Memuji

Trump dan Xi mengadakan pembicaraan sekitar 90 menit di Busan, Korea Selatan. Kedua pemimpin berada di Korea Selatan untuk menghadiri forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik di kota Gyeongju, yang terletak di tenggara Korea.

 Dalam sambutan pembukaan saat mereka memulai pertemuan puncak, Trump memuji Xi sebagai “pemimpin besar dari negara besar” sebelum menambahkan bahwa mereka akan “memiliki hubungan yang fantastis untuk jangka waktu yang panjang”. Duduk berhadapan dengan Trump, Xi mengatakan bahwa merupakan “kesenangan yang luar biasa” untuk bertemu dengan presiden AS untuk keenam kalinya.

Pemimpin Tiongkok tersebut mengatakan bahwa wajar jika AS dan Tiongkok “tidak selalu sependapat” dan menambahkan bahwa “wajar bagi kedua negara dengan ekonomi terkemuka dunia untuk sesekali berselisih”. “Dalam menghadapi angin, ombak, dan tantangan, Anda dan saya... harus tetap berada di jalur yang benar dan memastikan pelayaran yang stabil bagi kapal raksasa hubungan Tiongkok-AS,” ujar Xi. “Saya selalu percaya bahwa pembangunan Tiongkok sejalan dengan visi Anda untuk Membuat Amerika Hebat Kembali.”

  • hubungan dagang

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Andes Tanjung, Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.