Misi Penebusan Spalletti: Dari Kegagalan di Timnas Italia ke Tantangan Baru di Juventus
Jumat, 31 Okt 2025, 07:13 WIBMILAN, ITALIA - Luciano Spalletti kembali ke kursi panas sepak bola Italia. Setelah didepak dari jabatan pelatih tim nasional akibat kegagalan di Piala Eropa 2024, pelatih berpengalaman berusia 66 tahun itu resmi ditunjuk Juventus untuk menggantikan Igor Tudor yang dipecat. Penunjukan tersebut diumumkan Kamis (30/10), menandai babak baru bagi Spalletti sekaligus harapan segar bagi Si Nyonya Tua.
Juventus memberikan kontrak hingga 30 Juni tahun depan, dengan misi utama membawa klub kembali ke Liga Champions musim depan. Jika target itu tercapai, Spalletti berpeluang dipertahankan lebih lama guna mengembalikan dominasi Juventus yang dalam beberapa tahun terakhir tergusur oleh rival berat seperti Inter Milan dan Napoli.
Spalletti bukan nama asing dalam peta sepak bola Italia. Ia menjadi otak di balik kisah heroik Napoli saat menjuarai Serie A 2023, gelar pertama klub itu dalam 33 tahun. Kesuksesan tersebut begitu membekas hingga Spalletti menato lambang Napoli di lengannya dan bersumpah tak akan melatih tim Italia lain. Namun janji itu akhirnya ia langgar, pada hari yang bertepatan dengan ulang tahun ke-65 mendiang Diego Maradona, legenda terbesar Napoli.
Kembalinya Spalletti ke level klub menjadi semacam penebusan. Setelah masa kelam bersama timnas Italia, tersingkir memalukan di Piala Eropa 2024 dan dibantai Norwegia pada laga pembuka kualifikasi Piala Dunia 2026, ia kini memikul harapan baru di Turin. Posisi Juventus saat ini pun menantang: tim yang kehilangan arah, didera krisis finansial, dan tengah mencari kembali identitasnya sebagai kekuatan utama Serie A.
Dalam dua musim terakhir, Juventus terjebak dalam pusaran masalah. Skandal keuangan mengguncang klub pada akhir 2022, berujung pengurangan 10 poin musim berikutnya serta kerugian mencapai 58 juta euro. Mantan presiden Andrea Agnelli dijatuhi dua larangan aktivitas sepak bola oleh FIGC dan hukuman penjara 20 bulan dengan masa percobaan setelah kesepakatan hukum (plea bargain).
Di lapangan, situasinya tak jauh berbeda. Setelah Thiago Motta gagal memenuhi ekspektasi sebagai pembawa sepak bola atraktif dan modern, Igor Tudor datang dengan misi penyelamatan jangka pendek. Namun, performa Juventus tetap tidak stabil hingga Tudor akhirnya lengser.
Kemenangan 3-1 atas Udinese pada Rabu lalu menjadi secercah harapan, kemenangan pertama sejak pertengahan September yang mengangkat Juve ke posisi ketujuh klasemen, terpaut enam poin dari pemuncak Napoli dan Roma.
Spalletti kini menghadapi debutnya menghadapi Cremonese, tim promosi yang tampil impresif dan hanya terpaut satu poin dari Juventus setelah sembilan laga. Sebuah ujian awal yang bisa menentukan arah petualangan barunya di Turin.
Di tengah tekanan besar dan ekspektasi tinggi, Spalletti datang bukan sekadar untuk menyelamatkan musim. Ia diharapkan mengembalikan grinta dan kebanggaan Juventus sebagai simbol kejayaan sepak bola Italia. Setelah kegagalan di level tim nasional, Turin memberi Spalletti kesempatan langka: menulis babak baru penebusan dalam karier panjangnya yang penuh warna.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Harga Emas Antam Kamis Pagi Ini Tak Bergerak di Angka Rp2,947 Juta/Gr
-
Unik! Lanal dan Penyelam Gorontalo Rayakan Tumbilotohe di Bawah Laut
-
Ngabuburit melihat kereta api yang melintas di tebing
-
Presiden Prabowo Anugerahi Bintang Jasa kepada Kepala BGN Dadan Hindayana
-
Pemkot Cirebon Pangkas Tarif dan Diskon Tunggakan PBB-P2, DPRD Sebut Kebijakan Pro-Rakyat
-
Skuat Timnas Sudah Dirampingkan dari 41 Menjadi 24. Berikut Daftarnya
-
McTominay Menggila, Napoli Depak AC Milan dari Puncak Klasemen Liga Italia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.