Mengapa Warga Tangerang Banyak Minta Bekerja di Luar Negeri

Kamis, 30 Okt 2025, 17:25 WIB

TANGERANG – Apakah pekerjaan di Tangerang tidak menjanjikan, sehingga warganya malah meminati menjadi pekerja migran alias bekerja di luar negeri. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, menyebutkan, minat warga untuk bekerja ke luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) masih cukup tinggi. 

Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja pada Disnaker Kabupaten Tangerang Iis Kurniati di Tangerang, Kamis, mengatakan tingginya minat kerja ke luar negeri itu terlihat dari animo masyarakat yang banyak mendaftar untuk menjadi PMI.

"Masih banyak yang berminat (kerja ke luar negeri), rata-rata mereka bekerja ke Taiwan, China," katanya. Ia mengatakan ketertarikan masyarakat Kabupaten Tangerang yang ingin bekerja di luar negeri itu karena beberapa hal, salah satunya upah kerja yang cukup tinggi.

"Kebanyakan itu yang berangkat ke sana (luar negeri) itu melalui skema G to G program Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI)," ujarnya. Untuk negara tujuan yang menjadi terbanyak dan favorit PMI asal Kabupaten Tangerang tersebut, kata dia, Taiwan China, Korea Selatan, dan Jepang, dan negara lain di Asia.

Mereka, katanya, yang memilih bekerja di luar negeri diketahui kerja di sektor formal sebagai pegawai perusahaan manufaktur, restoran, dan perawat atau tenaga kesehatan. "Yang luar negeri itu ada di Jepang. Itu sektornya manufaktur ada, kemudian sektor pengolahan makanan dan perawat lansia juga ada," tuturnya.

Dia menambahkan bagi mereka yang mendaftar untuk menjadi pekerja migran ini sebelumnya dilakukan pembekalan materi oleh Disnaker, terkait keahlian bahasa asing sebagaimana negara yang ditujunya."Kalau kita sekarang sudah mengirimkan tahun ini sekitar 32 orang untuk mengikuti pelatihan Bahasa Jepang. Jadi sebelum diberangkatkan ke perusahaan, mereka dibekali pelatihan bahasa terlebih dahulu," kata dia.

Ket. Foto: berbagai cara ditempuh untuk mencari kerja — Sumber: ist

Tetap Waspada Penawaran

Sementara itu, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengimbau masyarakat agar waspada dan tak langsung tergiur dengan lowongan bekerja di luar negeri yang ditawarkan melalui media sosial. "Harapan kita, masyarakat sekalian jangan tergiur dengan tawaran-tawaran bekerja di luar negeri, khususnya negara-negara yang bukan negara penempatan," ujar Mukhtarudin di Balai Kota Jakarta, Rabu.

Mukhtarudin mengatakan, jika masyarakat berminat untuk bekerja di luar negeri, mereka bisa mencari informasi resmi melalui laman (website) https://siskop2mi.bp2mi.go.id. Menurut data pada Sistem Komputerisasi untuk Pelayanan Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI), sejak 2023 hingga 2025, kurang lebih sebanyak 4.000 warga Jakarta sudah ditempatkan bekerja di luar negeri.

Melalui website tersebut, masyarakat bisa mencari informasi-informasi resmi negara yang menjadi penempatan pekerja migran, perusahaan penyalur dan sebagainya. Ia memaparkan bahwa perusahaan-perusahaan yang telah terdaftar secara resmi sudah memenuhi syarat dan terakreditasi sehingga lebih aman.

Mukhtarudin juga mengingatkan soal negara-negara yang bukan negara penempatan resmi pekerja migran. Misalnya, Kamboja dan Myanmar. Dia menegaskan bahwa Kamboja bukan negara tujuan penempatan dari pekerja migran. Kalau terjadi (berangkat) sekarang berarti berangkatnya mandiri.

"Kemudian juga melalui perusahaan-perusahaan yang tidak resmi, yang tidak terdaftar di BP2MI (Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia)," katanya. Namun, jika ada warta Indonesia yang sudah terlanjur berangkat ke negara tersebut, tertipu dan sebagainya, Mukhtarudin menjamin pemerintah akan hadir untuk melindungi, membantu dan memulangkan mereka ke tanah air. "Prinsipnya mereka yang berangkat secara ilegal, kita pulangkan. Kalau nggak mau pulang, ya kita paksa pulang," kata Mukhtarudin.

  • Calon Pekerja Migran

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

UMKM Tegal Punya Harapan Baru, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Awal yang Baik bagi Madrid Bersama Mourinho Usai Tundukkan Espanyol

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

Banjarmasin 5 Abad, Festival Tari Jadi Cara Rawat Tradisi Banjar

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.