Warga Pandeglang Diminta Waspada Bencana Banjir dan Longsor

Rabu, 29 Okt 2025, 17:29 WIB

PANDEGLANG, BANTEN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadaman Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang, Banten meminta masyarakat agar mewaspadai bencana banjir dan longsor, karena beberapa hari ke depan potensi cuaca ekstrem diprakirakan melanda daerah itu.

"Kami berharap masyarakat dapat mematuhi peringatan kewaspadaan itu untuk mengurangi risiko kebencanaan," kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD-PK Kabupaten Pandeglang Lilis Sulistiyati di Pandeglang, Rabu (29/10).

Ket. Foto: Sejumlah rumah dilanda banjir di Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten. — Sumber: ANTARA/Muhammad Bagus

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa tanggal 28-31 Oktober 2025 berpotensi terjadi cuaca ekstrem yang ditandai hujan intensitas sedang hingga sangat lebat disertai angin kencang dan petir/kilat.

Cuaca ekstrem tersebut berpeluang terjadi sore hingga malam hari, sehingga masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan agar tidak menimbulkan korban jiwa.

Selama ini, wilayah Kabupaten Pandeglang masuk daerah rawan bencana alam, karena topografi alamnya pegunungan, perbukitan, daerah aliran sungai dan pesisir pantai.

Bencana alam di wilayah Pandeglang, seperti banjir, longsor, angin puting beliung, kebakaran hingga gelombang tsunami pernah terjadi pada tahun 2018.

Oleh karena itu, BPBD - PK Pandeglang meminta masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana alam agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem tersebut.

Selain itu juga pihaknya menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar selalu siaga terhadap cuaca ekstrem baik melalui media dan WhatsApp juga memberikan edukasi dan sosialisasi setiap ada kegiatan.

Disamping itu juga jika terjadi bencana alam maka dilaporkan ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD -PK untuk penanganan pascabencana alam, katanya.

BPBD-PK Pandeglang memetakan daerah rawan bencana banjir terdapat sebanyak 12 kecamatan antara lain Kecamatan Angsana, Cikeusik, Munjul, Pagelaran, Patia, Panimbang, Sukaresmi, Sobang, Saketi, Sindang Resmi, Picung, dan Labuan.

Sedangkan, daerah rawan tsunami terdapat di pesisir laut di antaranya Kecamatan Carita, Labuan, Panimbang, dan Sumur. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.