Purbaya Bicara, BEI Bergerak: Tim Khusus Dibentuk Awasi ‘Saham Gorengan’ di Pasar
Rabu, 29 Okt 2025, 20:35 WIBJAKARTA â Saham gorengan dimanipulasi oleh bandar untuk menaikkan harga secara tidak wajar, tidak berdasarkan fundamental perusahaan. Banyak investor pemula yang tergiur oleh kenaikan harga cepat dan terjebak kerugian besar saat harganya anjlok.
Jika investor muda dan pemula merasa bahwa pasar modal penuh dengan praktik manipulasi, mereka akan kehilangan minat untuk berinvestasi. Ini dapat menghambat pertumbuhan pasar modal di Indonesia.
Praktik ini sering kali sulit dideteksi karena para pelaku bersembunyi di balik nama pihak lain, sehingga sulit dijerat hukum.
Saham gorengan dapat mengesankan bahwa pasar modal sedang naik, padahal kenaikan tersebut tidak didukung oleh kinerja fundamental yang kuat. Hal ini menyesatkan investor dan membuat valuasi pasar tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan telah membentuk Tim Kerja, sebagai upaya untuk menangani saham-saham yang mengalami pergerakan tidak wajar alias âsaham gorenganâ di pasar saham Indonesia sebagai respons terhadap pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa beberapa waktu lalu.
Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik memastikan perlindungan investor tetap selalu menjadi prioritas dan akan terus bekerja keras dalam menjalankan tugas tersebut.
âKemarin Pak Irvan (Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy, Red.) sudah menyampaikan tentang Tim Kerja itu. Tetapi tadi saya sampaikan juga, intinya terkait dengan perlindungan investor selalu menjadi prioritas kami,â ujar Jeffrey saat ditemui seusai penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BEI Tahun 2025 di Jakarta, Rabu (29/10).
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya meminta para pemangku kepentingan terkait untuk merapikan perilaku investor, khususnya dalam melakukan transaksi tidak wajar alias "menggoreng saham" di pasar modal Indonesia.
Apabila upaya tersebut berhasil, pihaknya berjanji akan memberikan insentif perpajakan bagi pasar modal Indonesia.
âTadi direktur bursa minta insentif terus, yang belum tentu saya kasih. Jadi saya bilang akan saya beri insentif kalau anda sudah merapikan perilaku investor di pasar modal. Artinya goreng-gorengan dikendalikan, supaya investor kecil terlindungi, baru saya pikir insentifnya,â ujar Purbaya.
Sebelumnya, telah diselenggarakan dialog bersama antara Menkeu Purbaya dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, dan Self Regulatory Organization (SRO), serta para pelaku pasar modal Indonesia lainnya.
Dialog dihadiri oleh Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan, Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi, Direktur Utama BEI Iman Rachman bersama jajaran direksi BEI, serta jajaran direksi SRO lainnya.
Sementara itu, dalam RUPSLB hari ini Rabu (29/10), para pemegang saham BEI memberikan persetujuan atas Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan Perseroan Tahun Buku 2026, serta Perubahan Anggaran Dasar.
- BEI
- saham gorengan
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Basarnas: Nelayan Lansia Asal Kalsel Selamat Setelah Hilang Enam Hari
-
Lomba Jong Race Bintan Nggak Cuma Diikuti Wisatawan Lokal, Turis Mancanegara Juga Ikut Nimbrung
-
Pemkot Makassar: Ramadhan Fair Perkuat Ekosistem UMKM
-
Warga Jabodetabek Padati KRL untuk Silaturahmi Rayakan Lebaran
-
Bupati Tasikmayala Akan Buka-bukaan di Hadapan BPK
-
Senator Agita: Perubahan Tata Kelola Ibadah Haji Harus Diikuti Kesiapan Daerah
-
Bukittinggi Siap Hadapi Lonjakan Wisatawan, Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.