Menperin: SBIN Jadi Strategi Wujudkan Industri yang Berdaulat
Selasa, 28 Okt 2025, 01:00 WIBJakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) merupakan kerangka strategis untuk mewujudkan industri domestik yang tumbuh dan berdaulat.
"SBIN bukan sekadar kebijakan sektoral Kemenperin, tetapi strategi nasional untuk memastikan bahwa industri Indonesia tidak hanya bertahan, melainkan tumbuh dan berdaulat,â ujar dia di Jakarta, Senin (27/10).
Seperti dikutip dari Antara, menurut Agus, SBIN hadir sebagai cetak biru industrialisasi Indonesia di era pasca pandemi dan pasca karbon. Strategi ini memadukan nilai-nilai kemandirian ekonomi, transformasi teknologi, serta keberlanjutan lingkungan dalam satu kerangka terpadu.
Empat pola pikir utama yang menjadi pilar SBIN, yaitu industrialisasi berbasis sumber daya alam, pengembangan ekosistem industri, penguasaan teknologi, dan penerapan prinsip keberlanjutan.
Industrialisasi berbasis sumber daya alam diarahkan untuk memperkuat industrialisasi komoditas unggulan nasional seperti nikel, kelapa sawit, dan batu bara, agar kekayaan alam Indonesia tidak lagi hanya diekspor mentah tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi.
Selain itu, pengembangan ekosistem industri diupayakan melalui keterpaduan antara sektor hulu dan hilir yang disertai dengan penguatan sumber daya manusia, serta infrastruktur industri yang mendukung.
âDua pilar lainnya menitikberatkan pada penguasaan teknologi dan pembangunan industri yang berkelanjutan," katanya.
Kemenperin juga akan meningkatkan investasi pada sektor industri bernilai tambah tinggi yang berorientasi substitusi impor. Setiap investasi harus menghasilkan efek berganda berupa penciptaan lapangan kerja berkualitas, peningkatan produktivitas, serta penguatan struktur industri nasional.
Disampaikan dia, dalam hal ini pemerintah akan memberikan prioritas pada investasi di sektor mineral strategis, kimia dasar, farmasi, komponen elektronik, dan pangan.
Selain investasi, penguatan sumber daya manusia menjadi kunci sukses industrialisasi. Pihaknya terus memperluas pendidikan vokasi, politeknik industri, serta skema keterpaduan (link and match)Â dengan dunia usaha agar lulusan vokasi binaan siap memasuki dunia kerja industri modern.
Lebih lanjut, Agus menegaskan bahwa perlindungan terhadap pasar domestik merupakan prioritas utama pemerintah guna menjaga ketahanan dan daya saing industri nasional.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Honor Guru Paruh Waktu di Persimpangan, Bandung Dorong Reformulasi Aturan Dana BOSP Nasional
-
Presiden Prabowo Matangkan Transformasi Industri Tekstil hingga Chip
-
Christopher Rungkat/Rifqi Fitriadi Juara Ganda ITF M15 Kuala Lumpur
-
Ahli Bencana ITS Soroti Fenomena Tanah Bergerak di Sejumlah Daerah Berpotensi Longsor
-
Kemenhub Berangkatkan Peserta Arus Balik Mudik Gratis dari Jawa dan Sumatera
-
Investasi Indonesia Masih Bertumpu pada SDA
-
Gubernur Papua Minta Pembinaan Ketat Cegah Penebangan Liar di Wilayah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.