Ledakan di Tambang Bawah Tanah Tewaskan Dua Orang di NSW Australia

Selasa, 28 Okt 2025, 14:30 WIB

Dua orang tewas dalam ledakan bawah tanah di sebuah tambang di negara bagian New South Wales (NSW), Australia, Selasa (28/10), insiden ledakan pertama sejak 2015.

BBC melaporkan, layanan darurat dipanggil ke tambang Endeavour di Cobar, sekitar 700 km (435 mil) barat laut Sydney, pada Selasa (28/10) dini hari setelah ada laporan dua orang terluka parah.

Ket. Foto: Tambang Endeavour di Cobar dibeli oleh pemilik baru pada tahun 2023 — Sumber: ABC via BBC

Polisi mengatakan seorang pria berusia 60-an dipastikan meninggal dunia di tempat kejadian, sementara dua perempuan berusia 20-an lainnya berhasil diselamatkan. Namun, salah satu dari mereka kemudian meninggal dunia. Perempuan kedua dilarikan ke rumah sakit karena luka ringan dan syok.

Polymetals Resources, yang membeli tambang Endeavour pada tahun 2023, mengatakan semua operasi di lokasi tersebut telah dihentikan sementara.

Tidak disebutkan penyebab ledakan tersebut. Ketua eksekutif perusahaan, Dave Sproule, mengatakan pihaknya "terkejut dan berduka atas insiden tragis ini" dan "belasungkawa terdalam kami sampaikan kepada keluarga, teman, dan kolega karyawan tersebut".

Kematian akibat ledakan tambang jarang terjadi di Australia. Kejadian serupa yang menimbulkan korban jiwa terakhir terjadi pada tahun 2015 di sebuah tambang di Queensland menurut Safe Work Australia.

Wali Kota Cobar Jarrod Marsden mengatakan itu adalah situasi yang "benar-benar tragis".

"Hal paling berharga yang didapat dari sebuah tambang adalah para penambangnya, dan dua keluarga tidak dapat lagi bertemu dengan orang yang mereka cintai," ujarnya kepada Australian Broadcasting Corporation (ABC).

"Cobar adalah komunitas pertambangan kecil, sangat erat, dan saya yakin semua orang akan memikirkan keluarga mereka hari ini."

Menurut situs web tambang Endeavour, tambang tersebut telah beroperasi terus menerus dari tahun 1982 hingga 2020 dan pemilik baru sedang dalam proses memulai kembali aktivitas penambangan untuk produksi logam perak, seng, dan timbal tahun ini.

Tambang itu mencakup turunan sepanjang 7 km (4,3 mil) dan terowongan sedalam 300 m, kata situs tersebut.

Perdana Menteri NSW Chris Minns menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, teman, dan kolega para pekerja yang meninggal.

"Ini adalah hari yang memilukan bagi masyarakat Cobar dan akan dirasakan oleh seluruh industri pertambangan," ujarnya.

Protokol dan prosedur keselamatan telah "sangat meningkat di bidang pertambangan", kata Minns, tetapi kedua kematian tersebut merupakan "pengingat yang menyadarkan mengapa kita harus selalu waspada untuk melindungi pekerja".

  • Ledakan Besar

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.