Memperkuat Penelitian Epidemiologi untuk Mencegah Meluasnya DBD

Minggu, 26 Okt 2025, 23:25 WIB

Mukomuko - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, memperkuat langkah penelitian epidemiologi (PE) untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang mulai menulari sejumlah warga di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Mukomuko Hamdan di Mukomuko, Minggu, mengatakan delapan warga telah dinyatakan positif DBD selama satu bulan terakhir.

Ket. Foto: Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Rabu (16/12/2020). — Sumber: Antara

“Untuk mencegah penyebaran DBD, kami melakukan tiga langkah utama, yaitu penelitian epidemiologi, pembagian larvasida, dan pengasapan di delapan lokasi yang terdapat kasus DBD,” kata dia.

Ia mengatakan upaya pencegahan tersebut dilakukan serentak melalui 17 puskesmas yang tersebar di berbagai kecamatan di daerah setempat.

Dia menjelaskan penelitian epidemiologi menjadi langkah penting dalam memetakan sumber dan pola penyebaran penyakit di masyarakat. Melalui penelitian ini, petugas kesehatan dapat mengidentifikasi wilayah rawan, memantau perkembangan kasus, serta menentukan strategi intervensi yang tepat.

Melalui PE, ia mengatakan, tim dapat mengetahui titik-titik penularan dan melakukan tindak lanjut dengan cepat. Petugas juga melakukan pembasmian larva nyamuk Aedes aegypti untuk mengendalikan vektor penular DBD.

Selain penelitian lapangan, Dinkes bersama puskesmas juga membagikan larvasida kepada warga guna membunuh jentik nyamuk di tempat penampungan air. Masyarakat diajak untuk aktif menjalankan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin di lingkungan rumah masing-masing.

“Yang paling penting adalah keterlibatan masyarakat. Pencegahan DBD tidak bisa hanya mengandalkan petugas kesehatan,” kata Hamdan.

Berdasarkan data Dinkes, delapan kasus DBD pada September terdiri atas dua perempuan dan enam laki-laki, dengan sebaran empat kasus di Kecamatan Ipuh, dua di Air Rami, serta masing-masing satu di Air Dikit dan Sungai Rumbai. Dari sisi usia, satu kasus terjadi pada anak-anak, enam pada usia produktif (15–44 tahun), dan satu pada warga berusia di atas 44 tahun.

Dinkes Mukomuko mengimbau masyarakat agar tetap waspada terutama pada musim hujan, dengan menjaga kebersihan lingkungan, menutup rapat tempat penampungan air, dan menguras bak mandi secara berkala.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Ones

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.