DKI Jakarta Juara Umum PON Bela Diri 2025! Raih 99 Medali, Salip Jabar di Tikungan Akhir
Minggu, 26 Okt 2025, 18:06 WIBKUDUS -Â DKI Jakarta memastikan diri menjadi juara umum PON Bela Diri 2025 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, setelah tampil gemilang pada tiga cabang olahraga terakhir, yakni wushu, karate, dan jujitsu.
Provinsi Ibu Kota menutup ajang dengan raihan 99 medali â terdiri atas 42 emas, 27 perak, dan 30 perunggu â mengungguli pesaing terdekatnya, Jawa Barat. Keberhasilan ini menjadi hasil dari pembinaan intensif dan dukungan penuh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta setelah kegagalan di PON 2024.
"Dari tiga cabor itu saja kami berhasil menambah 37 medali, sebanyak 17 medali di antaranya emas, sehingga total 99 emas, meliputi 42 emas, 27 perak, dan 30 perunggu, mengungguli Jabar," kata Wakil Ketua Umum KONI DKI Jakarta Fatchul Anas dalam umpa pers di Media Center PON Bela Diri Djarum Arena Kaliputu, Kabupaten Kudus, Minggu.
DKI mulai bangkit sejak pekan kedua, terutama melalui kempo yang menyumbang tujuh emas dan pencak silat.Â
Pada pekan ketiga, jujitsu menyumbangkan empat emas berkat pembinaan intensif selama setahun.
Fatchul menegaskan tak akan berpuas diri karena target utama mereka tetap PON 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Menurut dia, cabang yang belum berhasil mempersembahkan medali akan dibenahi lagi.
Fatchul menyebut keberhasilan DKI sebagai hasil dari pembenahan besar-besaran oleh KONI DKI Jakarta setelah PON 2024.
"Sejak awal, kami memang mencanangkan target juara umum karena PON Aceh-Sumut kalah dengan Jabar. Apalagi, seluruh pelatihan mendapat dukungan penuh dari Pemprov DKI Jakarta, mulai dari gubernur, Dinas Pemuda dan Olahraga, hingga DPRD," kata Fatchul.Â
DKI menyiapkan semua cabang secara merata di mana cabang yang sudah positif pada PON 2025 ditingkatkan, sedangkan yang masih kurang diperbaiki.
"Hasilnya, semua berjalan sesuai rencana. Bahasanya, kami bisa 'menyalip di tikungan'," ujar Fatchul.
Ketua kontingen DKI, Khaeroni, mengatakan provinsi ini  membawa 138 atlet dan 45 pelatih, dengan menerapkan kombinasi atlet lapis pertama dan lapis kedua.
Menurut dia, DKI tidak menurunkan atlet Pelatnas yang akan memperkuat timnas pada SEA Games karena mereka harus fokus ke ajang internasional.
Khaeroni menilai PON Bela Diri ajang penting untuk mengukur hasil pembinaan pasca-PON 2024Â
"Dengan adanya PON Bela Diri kami bisa mengevaluasi pembinaan yang berjalan selama setahun, dan hasilnya terbukti positif," kata Khaeroni, seraya menyatakan daerahnya memandang PON Bela Diri sebagai bagian dari proses seleksi untuk Pelatda 2026 menjelang PON 2028.Â
"Kami tidak menjanjikan bonus khusus, tapi para atlet termotivasi karena hasil di sini bisa menjadi tiket masuk Pelatda 2026. Mereka berlomba menampilkan yang terbaik," tutup Khaeroni.
- jabar
- dki jakarta
- pon bela diri 2025
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Waspada Bencana Alam pada Malam dan Dinihari, BPBD Lebak Peringatkan Warga
-
Wisatawan Terseret Ombak di Pulau Mandalika Jepara Ditemukan Meninggal Dunia
-
Instalasi Ikonik dan Eksplorasi Desain Baja Tampil di ARCH:ID 2025
-
BPNT Tahap 4 Resmi Cair, Begini Cara Cek Penerima Bansos Kemensos Oktober–Desember 2025
-
Sembilan Orang Kritis dalam Penusukan Massal Kereta Api di London
-
Pemkab Bekasi Uji Emisi Kendaraan untuk Tekan Polusi Udara
-
Kabar Gembira, Transjakarta Bagikan 520 Ribu Takjil Gratis di 14 Koridor Utama Sepanjang Ramadhan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.