Aksi Bersih Sungai dan Tanam Pohon Tiap Minggu untuk Antisipasi Banjir

Minggu, 26 Okt 2025, 22:05 WIB

Gianyar - Pemerintah Kabupaten Gianyar, Bali, menjadwalkan aksi bersih sungai dan penanaman pohon dilakukan setiap minggu sebagai salah satu cara antisipasi banjir.

"Sebelumnya, pada 17 Oktober lalu, kami juga telah melakukan penanaman pohon di bantaran Sungai Wos sebanyak 300 pohon," kata Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun di sela aksi bersih sungai dari sampah di Gianyar, Minggu.

Ket. Foto: Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun (kiri) memimpin aksi bersih sungai dari sampah di Gianyar, Bali, Minggu (26/10/2025). — Sumber: Antara

Ia menegaskan penanaman pohon dan bersih-bersih sungai akan terus dilakukan secara bertahap setiap minggu sesuai arahan Bupati Gianyar I Made Mahayastra.

Di sela membersihkan sungai, pihaknya juga menanam sebanyak 40 bibit pohon di sekitar kawasan Sungai Bunga Desa Abianbase, Kecamatan Gianyar.

Selain untuk mencegah banjir, aksi lingkungan tersebut menjadi bagian upaya bersama menjaga lingkungan dan mewujudkan Gianyar yang hijau, bersih, dan lestari.

Aksi gotong royong bersih-bersih sungai dilaksanakan serentak di seluruh desa dan kelurahan sesuai desa binaan masing-masing organisasi perangkat daerah.

Melalui gotong royong menjaga lingkungan itu, dia mengharapkan, dapat meningkatkan kesadaran bersama seluruh komponen masyarakat mewujudkan keseimbangan ekosistem dan keharmonisan hubungan antara manusia dengan alam.

Aksi bersih-bersih bertajuk "Gotong Royong Semesta Berencana itu, diikuti oleh jajaran organisasi perangkat daerah, TNI/Polri, perangkat desa, serta masyarakat setempat.

Aksi bersih sungai dan penanaman pohon juga diadakan serentak di sejumlah titik di sembilan kabupaten/kota bersama Pemerintah Provinsi Bali.

Gubernur Bali Wayan Koster mengajak masyarakat untuk berbenah diri dan kembali harmonis dengan alam melalui kegiatan penanaman pohon dan menjaga kebersihan sungai.

Pihaknya akan melaksanakan gotong royong itu secara rutin setiap bulan, mulai dari tingkat provinsi hingga desa dan kelurahan.

"Apabila kegiatan ini dilakukan secara rutin, dalam empat hingga lima tahun ke depan, hutan kita akan kembali hijau dan ekosistem alam akan pulih secara bertahap," katanya.

  • aksi bersih sungai

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Ones

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.