Wamen Christina Dorong Asuransi Spesifik bagi Pekerja Migran Indonesia di Luar Negeri
Sabtu, 25 Okt 2025, 20:17 WIBJAKARTA â Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani mendorong PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) mengembangkan produk asuransi yang dapat menjawab kebutuhan spesifik pekerja migran Indonesia di luar negeri.
Menurutnya, saat ini masih ada beberapa kebutuhan perlindungan yang belum terakomodasi oleh skema asuransi atau jaminan sosial yang ada. Utamanya untuk kejadian kecelakaan di luar jam kerja dan pemulangan jenazah.
"Masih ada kebutuhan untuk beberapa jenis asuransi lain di luar negeri, utamanya terkait kecelakaan di luar jam kerja dan pemulangan jenazah. Ini kadang menjadi masalah ketika pemberi kerja tidak mau menanggung," katanya usai bertemu jajaran Askrindo di Kantor KemenP2MI, Kamis (23/10).Â
Christina menyebut, produk asuransi semacam itu diperlukan karena kasus-kasus tersebut terjadi di lapangan, khususnya di negara tujuan penempatan seperti Jepang.
"Pasarnya sudah pasti ada, terutama di Jepang. Saat kunjungan ke sana, kami menerima banyak masukan dari pekerja migran dan pihak KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia), bahwa hingga saat ini masih ada kendala ketika terjadi kecelakaan di luar jam kerja, misalnya ada pekerja yang sedang memancing lalu mengalami kecelakaan atau saat pemulangan jenazah. Hal-hal seperti ini memang ada," jelas politisi Partai Golkar itu.
Kementerian P2MI, lanjut Christina, terus berupaya mencari solusi agar seluruh aspek pelindungan bagi pekerja migran Indonesia di luar negeri dapat terpenuhi. Salah satunya lewat kolaborasi dengan lembaga asuransi. Adapun cakupan perlindungan yang perlu dipertimbangkan antara lain pemulangan jenazah, kecelakaan di luar jam kerja, serta kasus keterlambatan atau tidak dibayarnya gaji.
"Kami meminta agar Askrindo dapat memikirkan produk yang bisa meng-cover kebutuhan tersebut. Karena kebutuhan ini belum terakomodasi oleh layanan BPJS Ketenagakerjaan," ujarnya.
"PMI kita sudah tersebar dan aktif di berbagai negara, dan banyak kebutuhan riil di lapangan yang belum terlindungi secara menyeluruh. Kita ingin agar ada skema yang benar-benar menjawab itu," imbuh Christina.
Selain itu, Wamen Christina dan Askrindo juga berdiskusi soal kinerja pertanggungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pekerja migran Indonesia.
- Pekerja Migran Indonesia
- Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI)
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Kemen P2MI Minta Masyarakat Tidak Mudah Tergiur Tawaran Kerja dengan Proses Instan
-
Dompet Dhuafa Bantu Nelayan: 31 Penerima Manfaat di Aceh Tamiang Dapat Perahu Hingga Modal
-
Iran Klaim Tembak Jatuh Jet Siluman F-35 AS, Pilot Tidak Selamat
-
Midnight Vibes Makin Estetik dengan Kamera Nightography Terbaru
-
Iran "Tutup Pintu" Dialog! Tolak Mentah-mentah Perundingan Putaran Kedua dengan AS
-
Sidak Shelter P4MI Batam, Menteri P2MI Temukan Calon Pekerja Migran Tertipu Calo
-
PLN Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik Jakarta Lewat SPKLU ke-4 di Sakura Garden City
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.